UMKM

LPDB Percepat Penyaluran Pinjaman untuk Bantu Ekonomi KUMKM

MONITOR, Jakarta – Masa pandemi Covid-19 tidak menghambat Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyalurkan pinjaman/pembiayaan dana bergulir kepada koperasi.

Terbaru LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir kepada KSU Bina Usaha yang berlokasi di Probolinggo dan Kopkun Unsoed dari Banyumas.

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto mengatakan bahwa penyaluran dana bergulir dimaksud untuk membantu ketahanan pelaku UMKM anggota koperasi dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

Koperasi yang sudah memenuhi syarat proses pencairannya akan dipercepat agar bisa disalurkan kepada pelaku UMKM yang terdampak.

“Dilakukan akad pinjaman saat ini dengan pertimbangan untuk percepatan pencairan yang mana dana akan dipakai koperasi tersebut untuk anggota dalam rangka ketahanan di masa sulit wabah Covid-19,” kata Krisdianto di Jakarta, Rabu (15/4).

Wabah Covid-19 memberikan dampak buruk terhadap roda perekonomian masyarakat. Begitu pun dengan para pelaku UMKM di Tanah Air. Banyak dari mereka yang mengalami kerugian, akibat merosotnya jumlah penjualan sejak wabah ini merebak. Bahkan ada yang sudah gulung tikar karena tak mampu bertahan.

“Karena itu, konsentrasi kami ke situ agar usaha UMKM ini tetap berjalan. Apalagi ini mau menjelang bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan pendaftaran masuk anak sekolah. Jadi perlu ada antisipasi agar ekonomi di tingkat UMKM ini harus tetap berjalan untuk mendukung kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui, LPDB-KUMKM melakukan akad pinjaman/pembiayaan dana bergulir dengan KSU Bina Usaha asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dengan nilai akad sebesar Rp 1,2 miliar.

Adapun pencairan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama sebesar Rp400 juta, dan sisanya akan dicairkan pada tahap selanjutnya di tahun yang sama.

KSU Bina Usaha merupakan mitra repeater LPDB-KUMKM dengan catatan pinjaman termasuk dalam kategori lancar. Total sebanyak 3 kali pinjaman, yakni Rp500 juta (lunas Mei 2015), Rp1,5 miliar (lunas Juni 2016), dan Rp1,9 miliar (lunas April 2019).

Berdasarkan data definitif penerima dana bergulir diketahui bahwa UMKM yang menjadi anggota KSU Bina Usaha bergerak di sektor perdagangan, pertanian, dan usaha toko kelontong.

“Dalam kondisi saat ini pun masih diperlukan dana untuk tetap mendukung kegiatan usaha agar terus berjalan di Kabupaten Probolinggo tersebut,” pungkas Krisdianto.

Akad pinjaman/pembiayaan dana bergulir juga dilakukan LPDB-KUMKM dengan Koperasi Kampus Unsoed (Kopkun) Purwokerta, Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.

Untuk koperasi ini LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir sebesar Rp2,5 miliar yang rencananya digunakan untuk keperluan modal kerja unit usaha swalayan (sektor riil), serta membina digitalisasi 20 warung.

“Ini merupakan koperasi binaan Unsoed (Universitas Soedirman). Dan ini baru pertama kali mereka mengajukan permohonan ke LPDB-KUMKM sebagai tindak lanjut hasil dari acara bimtek untuk Wirausaha Pemula yang diadakan LPDB-KUMKM di Unsoed tahun 2019,” papar Krisdianto.

Kini koperasi konsumen ini memiliki anggotanya beragam mulai pelaku UKM, pekerja swasta, PNS, hingga dosen. Koperasi ini berkantor di Jalan HR Boenyamin, persis di depan kampus Universitas Soedirman (Unsoed). Usaha utama Kopkun adalah ritel modern. Saat ini Kopkun memiliki satu toko swalayan besar (supermarket) dan dua minimarket.

“Unit swalayan tersebut membina anggotanya yang punya usaha warung-warung kecil. Sehingga disetujui komite sebesar Rp2,5 miliar untuk modal kerja untuk membuka 4 unit swalayan baru dan membina digitalisasi 20 warung milik anggotanya,” katanya.

Total aset Kopkun pada tahun buku 2018 sekitar Rp27 miliar, dengan omzet mencapai sekitar Rp22 miliar dan jumlah anggota mencapai 1.400 orang.

Secara keseluruhan usaha Kopkun 2018 mengalami peningkatan dari tahun 2017. Terjadi kenaikan aset, omzet, maupun SHU dengan kenaikan sekitar 20℅. Begitu pula jumlah anggota mengalami kenaikan lebih dari 200 orang.

Recent Posts

Seruan Puan soal Tolak Relokasi Warga Gaza Dinilai Wakili Suara Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang menyerukan penolakan terhadap gagasan relokasi…

16 menit yang lalu

Pemerhati Lingkungan minta Pemerintah Serius Tangani Banjir Cirebon Timur

MONITOR, Cirebon - Banjir yang sudah menjadi langganan di Cirebon Timur masih terus menghantui warga,…

44 menit yang lalu

Karyawan Pabrik Indofon Nekad Mencuri Berujung Bui 1 Tahun 2 Bulan

MONITOR, Kulon Progo - Pengadilan Negeri (PN) Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjatuhkan…

2 jam yang lalu

Sosialisasi Empat Pilar MPR, Prof Rokhmin: Kita Harus Berpijak Pada Jati Diri Bangsa!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai…

3 jam yang lalu

Diktis Lakukan Validasi Pangkalan Pendidikan Tinggi untuk Tingkatkan Kualitas PTKIS

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menggelar agenda Validasi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi…

4 jam yang lalu

LPDB Bakal Perkuat Business Plan dan Ekosistem Bisnis Kopdes Merah Putih di Kubu Raya

MONITOR, Kalbar - Langkah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

4 jam yang lalu