BERITA

Polemik Surat Stafsus Milenial, IMM: Andi Taufan Jangan Manfaatkan Situasi Covid-19!

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Najih Prastiyo, mengaku kecewa terhadap langkah yang ditempuh Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan, Andi Taufan Garuda Putra, terkait surat edaran yang tertuju kepada para camat di seluruh Indonesia.

Surat tersebut menjelaskan terkait Relawan Desa Lawan Covid-19 telah menerima komitmen dari PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) untuk menjalankan program dari Kemendes PDT tersebut di daerah Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Sementara Andi diketahui merupakan pendiri sekaligus CEO dari Amartha.

Menurut Najih, surat yang dilayangkan menggunakan kop sekretariat kabinet mengindikasikan Staf Khusus Presiden Milenial tersebut memanfaatkan posisi dan jabatannya di pemerintahan untuk mencari keuntungan di tengah merebaknya wabah Covid-19.

Sebagai representasi dari anak muda, kata Najih, Andi Taufan seharusnya lebih banyak berkontribusi untuk rakyat, daripada sekedar mencari keuntungan dengan memanfaatkan jabatannya di pemerintahan. Apalagi posisinya membidangi Ekonomi dan Keuangan yang tentu sangat besar perannya dalam kondisi Covid-19 saat ini.

“Dia (Andi Putra) ini Staf Khusus Presiden milenial, membawa harapan para milenial di negeri ini. Tapi langkah yang ditempuh saat ini kesaannya seakan mau memanfaatkan keadaan Covid-19 ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi melalui Fintech yang didirikannya (Amartha)”, ujar Najih dalam keterangannya, Selasa (14/4).

Najih menambahkan, dalam kapasitasnya sebagai Stafsus Presiden, surat yang dikirim oleh Andi Putra kepada pemerintahan tingkat kecamatan tersebut sarat akan kepentingan dan dinilai tidak etis. Dilihat dari sisi manapun, menurutnya jalur komunikasi yang dibentuk tidak melalui mekanisme yang benar.

Ditambah lagi, isi surat yang menekankan bahwa Pembentukan Relawan Desa Covid-19 yang diinisiasi Kemendes-PDT ini telah mendapatkan komitmen dari perusahaan fintech yang dibentuknya (Amartha), dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas. Najih melihat hal ini sebagai upaya memanfaatkan jabatan yang dimiliki guna mencapai keuntungan pribadi.

“Andi Taufan sebagai stafsus presiden nampaknya tidak paham akan birokrasi dengan langsung menyurati tingkat kecamatan untuk hal yang terlalu teknis, memberikan penekanan kerjasama untuk pembentukan relawan Covid-19 desa dengan perusahaan fintech miliknya. Akhirnya kami bertanya, dia ini berbicara kapasitasnya sebagai CEO Amarta, atau stafsus presiden? Tarikan kepentingannya terlalu kuat,” ungkap Najih.

Lebih lanjut, Najih menyatakan IMM akan terus melakukan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah, terutama mengenai langkah yang diambil dalam menghadapi situasi siaga bencana nasional Covid-19 ini. Ia menegaskan, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan kondisi krisis akibat Covid-19 untuk mencari keuntungan pribadi.

“Tetap akan kita kontrol dan mengikuti perkembangannya. Kita semua sama berbuat untuk bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Recent Posts

Exit Meeting BPK, Kemenag Optimistis Pertahankan Opini WTP

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa rangkaian pemeriksaan keuangan oleh…

2 jam yang lalu

Kasus Fitnah Penjual Es Gabus, DPR Desak Sanksi Tegas dan Pemulihan Nama Korban

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menegaskan bahwa penyelesaian kasus dugaan fitnah…

9 jam yang lalu

Kemenperin dan ADB Perkuat Kerja Sama Pengembangan Semikonduktor Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional sebagai bagian dari strategi…

10 jam yang lalu

TNI dan Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon, selaku Wakil Ketua I…

12 jam yang lalu

KKP Targetkan Empat Regulasi Hilirisasi Perikanan Rampung di 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan empat regulasi untuk memperkuat sektor hilir…

13 jam yang lalu

Kemenag dan TVRI Siapkan Konten Inspiratif untuk Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima audiensi jajaran manajemen dan tim kreatif…

15 jam yang lalu