Eks Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
MONITOR, Jakarta – Terbitnya telegram Polri yang salah satu poinnya terkait penindakan hukum penghina presiden dan pejabat negara dalam situasi wabah virus corona (Covid-19) menuai perhatian dari Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.
Melalui artikelnya, SBY mengkritisi isi dari telegram Polri ditengah pandemi virus Corona. Menurutnya, hal tersebut tak sepatutnya terjadi.
“Saya perhatikan beberapa hari terakhir ini justru ada situasi yang tak sepatutnya terjadi. Apa itu? Kembali terjadi ketegangan antara elemen masyarakat dengan para pejabat pemerintah, bahkan disertai dengan ancaman untuk “mempolisikan” warga kita yang salah bicara. Khususnya yang dianggap melakukan penghinaan kepada Presiden dan para pejabat negara,” tulis SBY, dalam artikelnya.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengingatkan, pemerintah seharusnya tidak antipati dan melawan masyarakat yang bersuara kritis. Sesungguhnya, kata SBY, masyarakat hanya ingin membantu pemerintah dalam menangani musibah saat ini.
“Janganlah pejabat pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan antipati baru, bahkan perlawanan dari rakyatnya. Jangan pula pernyataan itu melukai mereka-mereka yang justru ingin membantu pemerintah. Misalnya, dengan mudahnya mengatakan yang bersuara kritis itu pastilah mereka yang berasal dari pemerintahan yang lalu. Berarti pemerintahan yang saya pimpin dulu. Atau berasal dari kalangan yang tidak ada di kabinet sekarang ini,” tandas SBY.
“Tuduhan gegabah seperti ini hanya akan membuka front baru. Front yang sangat tidak diperlukan ketika kita harus bersatu menghadapi virus korona dan tekanan ekonomi yang berat saat ini,” sambungnya.
Lebih jauh, ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono ini meminta pemerintah agar tidak alergi terhadap pandangan kritis kalangan yang berada di luar lingkaran pemerintahan. Sebab menurutnya, mereka sangat mendukung langkah Presiden Jokowi dan kabinetnya.
“Saya juga bermohon agar pemerintah tidak alergi terhadap pandangan dan saran dari pihak di luar pemerintahan. Banyak kalangan yang menyampaikan pikirannya, mungkin sedikit kritis, tetapi mereka-mereka itu sangat pro pemerintah. Juga sangat mendukung Presiden Jokowi,” tegas SBY.
MONITOR, Jakarta - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan…
MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara penyerahan jenazah Wakil Presiden…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong ormas keagamaan untuk memperkuat peran dalam pengembangan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras agresi militer yang…
MONITOR, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasional…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan sejumlah agenda strategis Kementerian Agama dalam mendukung…