Senin, 17 Januari, 2022

Pentingnya Kreatifitas Orangtua saat Dampingi Anak Belajar di Rumah

Advertorial

MONITOR, Bekasi – Orangtua menjadi kunci keberhasilan anak dalam menjalankan program Belajar di Rumah selama pandemi virus corona atau Covid-19. Bukan hanya sebagai pembimbing pengganti guru di kelas, orangtua juga dituntut memiliki strategi khusus untuk memecah kebosanan yang kerap melanda anak.

Tak bisa dipungkiri, usia sekolah, terutama siswa Sekolah Dasar (SD) adalah usianya bermain, tak jarang mereka menghabiskan sebagian waktu liburnya untuk bermain di rumah, kebiasaan yang demikian tentu membutuhkan penyesuaian, dimana kini mereka harus fokus pada pelajaran pada jam-jam tertentu, sesuai jadwal yang diberikan sekola.

Lili Dahlia (42), salah satu Wali Murid di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Armina Utama, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi ini berbagi pengalaman menjaga konsentrasi anak agar tetap fokus saat belajar di rumah. Dimana Nadira (Nama anak) yang saat ini duduk di bangku kelas 6 ini memang tengah bersiap untuk naik ke jenjang berikutnya, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Lili, sapaan akrabnya menceritakan, selama program belajar di rumah dirinya melakukan berbagai cara agar anaknya tidak mengalami kebosanan, diantaranya mengajak anaknya untuk tetap aktif dengan belajar memasak hingga memberikan waktu untuk menonton film kartun saat istirahat belajar. Hal itu ia lakukan agar belajar di rumah terasa menyenangkan bagi si anak.

- Advertisement -

“Biasanya Nadira aku ajak bikin makanan dulu sebelum mulai belajar, atau masak-masak gitu biar semangat. Kan bisa dimakan sambil belajar juga. Nah setelah belajar, aku udah siapin, download film kartun, supaya setelah belajar dia bisa refreshing, atau biar nggak penat gitu,” ujar Lili saat dihubungi MONITOR, Selasa (7/4).

Lebih lanjut ia menjelaskan, di SDIT Armina Utama, Belajar di Rumah dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya pelajaran yang bersifat praktek seperti Sholat, Wudhu dan hafalan doa-doa dilakukan dengan video call melalui aplikasi WhatsApp. Sementara untuk belajar online menggunakan Google Classroom. Pihak sekolah juga memberikan tugas kerajinan tangan dari botol air mineral bekas yang dapat dikumpulkan saat masuk nanti.

“Menjaga mod anak itu yang sulit, karena kan usianya bermain, nah variasi-variasi tadi, atau dorongan sebelum memulai belajar itu yang penting, agar mood nya bagus sebelum mulai belajar,” tutur Lili.

Kendati demikian, bekerja dari rumah yang juga dijalani Lili atas kebijakan kantornya juga sedikit terhambat, lantaran harus mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran anaknya belajar. Untuk itu dirinya berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir, agar baik anaknya maupun dirinya dapat beraktivitas secara normal kembali.

“Keluh kesah sih ada, aku kan WFH (Work from Home), nah anak Belajar di Rumah, WFH-nya agak terganggu juga. Harapannya biar cepat selesai dan semuanya normal,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER