PENDIDIKAN

Pentingnya Variasi Belajar dan Koordinasi Orangtua Saat Belajar di Rumah

MONITOR, Pekanbaru – Berbagai tantangan muncul ditengah pandemi virus corona, atau yang kini akrab disebut covid-19, tak terkecuali bagi keberlangsungan pendidikan di Indonesia. Dimana dalam beberapa pekan ini, seluruh satuan pendidikan nasional telah memberlakukan kegiatan Belajar di Rumah sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Berbagai institusi pendidikan kini tengah menyesuaikan diri dengan berbagai macam teknologi dan platform digital, guna memastikan hak untuk menerima pendidikan tetap tersalurkan dengan baik. Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 41 Madani Pekan Baru.

Sebagai sekolah negeri yang menerapkan sistem boarding school, kedisiplinan tetap menjadi yang nomor satu kendati belajar dilakukan di rumah masing-masing. Dimana di sekolah ini, selain siswa menerima pendidikan seperti sekolah negeri pada umumnya, anak juga dididik tahfidz Al Quran.

“Sekolah kita biasanya dipondokkan (boarding), jadi ada muatannya Tahfidz Al Quran. Tapi pembelajaran di rumah tetap kita adakan,” ujar Kepala Sekolah SMPN 41 Madani Pekanbaru, H Ridwan Mpd saat dihubungi MONITOR, Sabtu (4/4).

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, guna mensukseskan program Belajar di Rumah ini, pihaknya secara berkala berkoordinasi dengan para orangtua siswa untuk memastikan belajar di rumah tetap berjalan. “Kita beri jadwal kepada orangtua di rumah untuk membina anak-anak, dan secara berkala mereka juga melaporkan kegiatan belajar anak-anaknya,” terangnya.

Selain itu, SMPN 41 Madani juga menggunakan variasi belajar memanfaatkan platform digital yang mudah didapatkan dan digunakan sesuai anjuran Mendikbud Nadiem Makarim, baik oleh siswa maupun orangtua siswa, diantaranya yakni aplikasi Zoom sebagai sarana menggelar teleconference, dan Google Classroom sebagai sarana belajar dan mengajar lainnya.

“Variasi tersebut digunakan untuk menyampaikan pelajaran supaya menggairahkan mereka (siswa) juga. Guru dapat memberikan materi, tanya jawab, anak dan orangtua juga bisa aktif di sana,” tutur Ridwan.

Ridwan tak memungkiri, bahwa usia SMP masih gemar bermain sehingga terkadang konsentrasi siswa dapat terpecah. Untuk itu, pihaknya juga memadukan berbagai muatan dalam setiap pembelajaran, mulai dari muatan-muatan yang menyenangkan atau digemari para siswa, hingga pembelajaran tentang Covid-19 yang saat ini sangat dibutuhkan oleh siswa.

“Sesuai dengan edaran Menteri, banyak kegiatan yang ditiadakan, seperti ujian sekolah, ujian nasional, dan pencapaian target kurikulum tidak menjadi tujuan yang harus diselesaikan, makan kegiatan ini (Belajar di Rumah) kita isi dengan muatan-muatan yang menyenangkan, terutama muatan yang berkaitan dengan pengetahuan mereka tentang Covid-19 ini,” tuturnya.

Proses belajar mengajar melalui daring tersebut bukan tanpa kendala, pasalnya, tak jarang dijumpai siswa yang tidak memiliki perangkat yang memadai maupun akses internet. Namun, pihak sekolah telah menyiasatinya dengan melakukan pendataan terhadap para siswa yang tinggal berdekatan untuk saling berbagi informasi, dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

Untuk itu, Ridwan berharap agar pandemi Covid-19 segera usai, menurutnya, selain beberapa kendala tersebut, ada beberapa unsur pendidikan yang sulit untuk disampaikan saat pembelajaran dilakukan secara daring. Diantaranya perlakuan terhadap anak yang meliki karakter berbeda-beda.

“Kita berharap Covid-19 ini cepat berlalu, walaupun teknologi kita pakai, ini kan beda dengan pembelajaran tatap muka, dan beda juga reaksi-reaksi yang kita berikan dalam pendekatan kepada anak. Memang harus secepatnya corona ini berlalu, sehingga aktivitas pembelajaran di Indonesia ini kembali baik,” ujarnya.

“Komunikasi itu penting, kan banyak unsur-unsur pendidikan yang dapat meningkatkan tumbuh kembang anak-anak kita, kadang-kadang dengan teknologi kita terbatas untuk memberikan hal itu,” pungkasnya.

Recent Posts

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

14 jam yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

14 jam yang lalu

88 Perwira Dirotasi Kapolri Suyudi, IPW Soroti Potensi Gesekan Internal Polri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario…

17 jam yang lalu

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Peternak, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

MONITOR, Bogor – Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 bukan sekadar mencari sapi terbaik. Di…

22 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT

MONITOR, Kupang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penyelenggaraan Flobamorata Creative Expo…

22 jam yang lalu

Kementan Perkuat Langkah Pemda dalam Pengendalian Penyakit Hewan di Gunungkidul

MONITOR, Gunungkidul — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat dukungan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah…

1 hari yang lalu