Kebijakan WFH dan Curah Hujan Buat Polusi Udara di Jakarta Berkurang

Foto: Dok Harian Terbit

MONITOR, Jakarta – Pemberlakuan kebijakan Social Distancing dan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), guna mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Jakarta, jadi salah satu faktor perbaikan kualitas udara di Ibu Kota. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Andono Warih juga menyebut, perbaikan udara juga dipengaruhi oleh curah hujan dan arah angin.

“Hujan yang turun di Jabodetabek juga turut membantu tercucinya atmosfer dari polusi,” kata Andono, Kamis (26/3).

Dia memaparkan, berdasarkan pemantauan di 5 (lima) Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hasilnya menunjukan perbaikan kualitas udara, terutama menurunnya kosentrasi parameter PM 2.5 selama penerapan WFH.

“Namun, penurunan ini juga konsisten dengan tingkat curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, kosentrasi parameter PM 2.5 menunjukan penurunan dan ketika hari-hari tidak hujan, kosentrasi parameter PM 2.5 sedikit meningkat,” kata dia.

Selain itu, arah angin juga berpengaruh terhadap polutan jenis PM 2.5 ini atau partikel debu halus berukuran 25 mikrogram/m³. “Arah angin yang mengarah ke Ibukota juga mempengaruhi konsentrasi parameter PM 2.5,”pungkasnya.