BERITA

Darurat Wabah Corona, Fraksi PKS dan Nasdem Tak Setuju Pilwagub DKI Digelar

MONITOR, Jakarta – Pemilihan Wakil Gubernur (Pilwagub) DKI Jakarta ditengah musibah virus Corona tetap akan digelar. Keputusan ini pun mendulang kritik dari beberapa fraksi di DPRD DKI Jakarta, seperti Fraksi PKS dan Fraksi NasDem.

Ya, kedua fraksi ini menyatakan tidak setuju jika pemilihan Wakil Gubernur dilakukan saat darurat wabah virus Corona seperti saat ini.

Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani, mengungkapkan kekecewaannya jika rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI tetap dilaksanakan ditengah status tanggap darurat wabah Covid-19.

“Kita sangat menyayangkan jika rapat paripurna pemilihan wagub ingin dilaksanakan ditengah masa tanggap darurat wabah corona,” ujar Yani kepada wartawan di Jakarta.

Yani menjelaskan, bahwa sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi telah memutuskan bahwa rapat Paripurna tersebut ditunda dengan alasan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

“Sebelumnya kan Pak Prasetyo sebagai Ketua DPRD DKI sudah menunda karena sedang ada wabah virus Corona. Kami sangat mengapresiasi hal ini. Tiba-tiba saya dengar kabar bahwa rapat paripurna itu akan dilaksanakan kamis pekan ini,” terangnya

Menurutnya, jika rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI tetap dilaksanakan, hal ini akan menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat. Karena hingga awal April mendatang, masyarakat masih melaksanakan imbauan presiden dan juga Gubernur DKI Jakarta untuk beraktifitas dan tetap berada di rumah dalam rangka mencegah penyebaran wabah virus Corona.

“Tapi DPRD malah mau mengadakan paripurna yang mengumpulkan banyak orang dalam satu ruangan. Ini sangat beresiko,” tegas Yani yang juga anggota panitia pemilihan Wagub DKI itu.

Karenanya, Achmad Yani berharap bahwa rapat paripurna pemilihan wagub dapat ditunda, hingga status tanggap darurat wabah Covid-19 di DKI Jakarta berakhir.

“Semoga saja rapat paripurna pemilihan wagub diundur hingga status tanggap darurat wabah corona berakhir,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengusulkan agar Gedung DPRD DKI Jakarta dijadikan rumah sakit darurat tambahan, jika kamar di RS Darurat Wisma Atlet tidak cukup menampung pasien Corona.

Wibi menilai hal itu lebih bermanfaat dibanding dibiarkan kosong, ataupun dipakai untuk proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Terlebih, saat ini kondisi Jakarta yang sedang tidak ‘aman’ akibat adanya wabah Covid-19.

Di tengah meningkatnya jumlah warga Jakarta yang terkena wabah virus corona, Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga supaya beraktifitas di rumah untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Ibukota.

Namun, DPRD DKI Jakarta justru berencana menggelar rapat paripurna pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno, pada hari Kamis, 26 Maret 2020 mendatang.

Recent Posts

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

1 jam yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

18 jam yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

19 jam yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

22 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

1 hari yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

2 hari yang lalu