Ilustrasi: Wali Kota Depok Mohammad Idris (pertama kanan) melakukan sidak di Pasar Agung. (Foto: istimewa)
MONITOR, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) memastikan stok sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) di Kota Depok aman. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak berbelanja secara berlebihan (panic buying).
Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi Hasan mengatakan, sejak 17 hingga18 Maret lalu, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap ketersediaan sembako di beberapa pasar modern. Dari hasil pemantauan tersebut, stoknya masih mencukupi.
“Hasil pemantauan di pasar modern dan pasar rakyat, ketersediaan dan suplay bahan pokok aman. Hanya saja ada beberapa gerai yang persediaan gula pasirnya menipis,” kata Zamrowi, Sabtu, (21/3).
Guna mencegah potensi panic buying di pasar modern, lanjut dia, pihaknya memberlakukan pembatasan pembelian untuk komoditi tertentu. Seperti, gula pasir, mie instan, dan beras.
“Untuk pembelian gula pasir maksimal dua kilogram, mie instan maksimal dua dus, dan beras maksimal satu karung per orangnya,” ujarnya.
Terakhir, dirinya mengimbau agar warga Depok tidak memborong sembako secara berlebih di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19). Sebab, menurutnya, hal tersebut akan mengakibatkan kelangkaan.
“Saya mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak panik. Jangan belanja kebutuhan pokok secara berlebihan,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik…
MONITOR, Medan — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo…
MONITOR, Jakarta – Pada momen libur panjang dan meningkatnya aktivitas masyarakat pada momentum Ramadan dan Idulfitri, Pertamina…
MONITOR, Jakarta — Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air setinggi sekitar 30 cm di Ruas Tol…
MONITOR, Jakarta — Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1…