MEGAPOLITAN

Imbas Corona, Pemprov DKI Batasi Pelayanan Transportasi Publik

MONITOR, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan upaya pencegahan virus corona. Kali ini Pemprov DKI Jakarta membatasi layanan transportasi massal diantaranya Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, dan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, langkah tersebut dilakukan, sebagai upaya Pemprov DKI untuk mengelola mobilitasi penduduk ibukota agar bisa menjaga jarak antar warga/ social distancing salah satunya di transportasi umum massal.

“Kita ingin menyampaikan pelayanan kendaraan umum di Jakarta akan mengalami perubahan, kita menurunkan secara ekstrim kapasitas pelayanan,” ungkap Anies.

Anies, mencontohkan pada jadwal MRT semula keberangkatannya tiap 5 menit dan 10 menit, diubah mulai menjadi tiap 20 menit. Rangkaian MRT yang tiap hari ada 16 rangkaian akan berubah menjadi 4 rangkaian yang beroperasi, selain itu waktunya yang semula pukul 05.00-24.00 menjadi 06.00-18.00. Hal serupa juga dilakukan pada pelayanan LRT Jakarta, yang semula keberangkatan tiap 10 menit sekarang berubah tiap 30 menit dan waktu operasinya yang semula dari pukul 05.30-23.00 diubah menjadi 06.00-18.00.

“Begitu juga Transjakarta yang saat ini melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan menjadi 13 rute dan keberangkatnya setiap 20 menit, jam operasi Transjakarta yang semula 24 jam diubah menjadi 06.00-18.00 lalu pelayanan bus sekolah selama 2 minggu ke depan ditiadakan karena kita ubah pelayanan itu untuk kebutuhan masyarakat,” paparnya

Tak hanya itu, nantinya di stasiun MRT dan halte Transjakarta akan ada pembatasan orang yang masuk, dengan tujuan mengurangi potensi interaksi yang ada dan potensi penularan. Pada setiap stasiun dan halte juga akan ada pemeriksaan suhu tubuh dan bagi mereka yang ditemukan memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius akan ditempatkan di ruang tertentu untuk ditangani lebih jauh, pihak MRT LRT dan Tranjakarta juga akan memastikan bahwa hand sanitizers ada dimana-mana sehingga masyarakat yang menggunakannya pun bisa memanfaatkan dengan baik.

“Ini dilakukan dalam rangka mengurangi secara fisik kami berharap seluruh warga jakarta mentaati, kalau kita mentaati ini maka jakarta tak perlu ditutup kenapa karena warganya sudah memilih untuk tinggal di rumah mengurangi interaksi fisik,” tambahnya.

Anies juga berharap masyarakat biaa menyesuaikan dengan pelayanan transportasi umum massal yang baru ini sehingga penyebaran COVID-19 dapat lebih ditekan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan ke-13 koridor Transjakarta yang nantinya beroperasi adalah koridor utama Transjakarta.

“Kemudian tambahan untuk Transjakarta mulai nanti malam sampe pukul 22.00 operasional penuh, tetapi setelah itu Angkutan Malam Hari (AMARI) ditiadakan sampe dengan 2 minggu ke depan,”imbuhnya.

Recent Posts

Dari Timah ke Kopi Liberika, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung

MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…

13 jam yang lalu

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…

13 jam yang lalu

Hari Kemerdekaan: Masihkah Dua Puluh Persen untuk Pendidikan

Maria Ulfa(Dosen Ilmu Susastra, Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)…

14 jam yang lalu

Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI di Monas Jadi Panggung Perkuatan Ekonomi UMKM

MONITOR, Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan salah satunya…

2 hari yang lalu

Respon Pidato Prabowo, Prof Rokhmin: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berujung pada Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…

2 hari yang lalu