PARLEMEN

Hari Perempuan Internasional 2020, KPPRI: Terpilihnya Ketua DPR Jadi Capaian Penting

MONITOR, Jakarta – Terpilihnya ketua DPR RI dari kalangan kaum perempuan dinilai sebagai langkah maju yang sangat penting untuk diikuti langkah pencapaian selanjutnya.

Seperti diketahui, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani terpilih sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan ketua DPR RI.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia ( KPPRI), Diah Pitaloka menyambut Hari Perempuan Internasional, di Jakarta, Minggu (8/3).

“Indonesia jauh lebih maju dan demokratis dibandingkan sebagian besar negara-negara yang baru lahir lainnya.Ya, sejak pertama Indonesia merdeka, bangsa Ini pun telah mengakui bahwa warga perempuan adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Diah.

Kendati demikian, Diah menyadari meski telah diakui secara konstitusiional begitu lamanya. Namun, jumlah kehadiran dan kepempimpinan perempuan dalam politik Indonesia masih relatif kecil dan berjalan lambat dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan yang sama.

“Secara presentase, perempuan di parlemen Indonesia saat ini (hasil Pemilu 2019,) sebanyak 20,35%, masih lebih kecil sedikit dibandingkan dengan negara sekawasan yakni Filipina, Laos dan Vietnam,juga di bawah Nepal, Ethiopia dan Tanzania,” papar dia.

Dalam kesempatannya itu, politikus PDI Perjuangan ini mempertanyakan kondisi keterwakilan perempuan, khususnya penting. Mengapa proporsi kehadiran dan keterwakilan perempuan dalam parlemen penting?

Ia berpandangan, hadirnya perempuan dalam posisi politik dan pengambilan keputusan, termasuk dalam badan legislatif, dapat berkontribusi untuk meredefinisi prioritas politik sesuai dengan kebutuhan seluruh masyarakat, baik laki-laki dan perempuan.

“Menempatkan kajian-kajian terbaru dalam agenda politik yang mencerminkan masalah riil masyarakat; serta memberi alternatif solusi dari perspektif berbeda.”

“Kehadiran perempuan juga membawa nilai dan pengalaman spesifik perempuan, dan menyediakan perspektif baru terhadap isu-isu politik arus utama yang terkadang  sangat kental nuansa ideologi patriarkhinya,” pungkasnya.

Recent Posts

Lanud Sjamsudin Noor Gelar Karya Bakti Lestarikan Warisan Sejarah Dirgantara

MONITOR, Banjarbaru - Jelang Peringatan Ke-79 Hari Bakti TNI Angkatan Udara Tahun 2026, Lanud Sjamsudin…

2 jam yang lalu

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng GreatNusa yang diluncurkan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS…

2 jam yang lalu

Waasops Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Satgas Penanggulangan Karhutla 2026, Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

MONITOR, Jakarta - Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsda TNI M. Taufik Arasj, S.Sos.,…

3 jam yang lalu

Soroti Bentrokan Matraman, Pengamat: Konflik Individu Jangan Jadi Konflik Kelompok

MONITOR, Jakarta - Peristiwa bentrokan yang melibatkan sejumlah warga di kawasan Matraman menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut…

5 jam yang lalu

Jaksa Watch Desak Kejagung Audit Nasional Lelang Aset Sitaan Era Eks Jampidsus, Soroti Kasus PT Gunung Bara Utama

MONITOR, Jakarta – Jaksa Watch Institute (JWatch) mendesak Kejaksaan Agung RI melakukan audit nasional terhadap…

7 jam yang lalu

UNIDO Jadikan Indonesia Contoh Praktik Terbaik Hilirisasi Industri

MONITOR, Jakarta - Strategi hilirisasi yang dijalankan Indonesia mendapat pengakuan dunia. Dalam Industrial Development Report (IDR) 2026,…

9 jam yang lalu