Tunjang Kinerja, Direktorat PTKI Luncurkan Aplikasi Simpel

Direktur PTKI,Prof. Arskal Salim GP saat memberikan sambutan pada acara Rapat Kerja di Ciloto, Cianjur Jawa Barat (Foto: Sapto/Monitor.co.id)

MONITOR, Cianjur – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI meluncurkan aplikasi Simpel PTKI pada Rapat Kerja Direktorat PTKI Tahun Anggaran 2020 di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (27/2).

Direktur PTKI, Prof. Arskal Salim GP menuturkan, aplikasi yang tersedia dalam bentuk web apps dan mobile apps ini dalam rangka mewujudkan integrasi layanan persuratan dengan satu aplikasi.

“Aplikasi ini akan mempermudah kita dalam meningkatkan kinerja, karena terkadang kita terkendala waktu dan mobilitas soal surat menyurat ini. Dengan adanya Simpel PTKI proses pencatatan surat masuk dan keluar dilakukan otomatis, begitupun proses disposisi juga dapat dilakukan dimanapun,” ujarnya pada kesempatan tersebut.

Sebagai informasi, Simpel PTKI memiliki beberapa fitur unggulan yang akan menunjang kinerja pejabat direktorat PTKI, diantaranya yakni proses pencatatan surat masuk dan keluar tidak perlu dilakukan manual, proses disposisi surat masuk dan keluar dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga pejabat yang berwenang bisa kapanpun dan dimanapun bisa mendisposisi surat masuk dan keluar.

Fitur lainnya yakni proses pengarsipan dilakukan secara digital sehingga data surat masuk maupun keluar bisa diarsipkan dengan aman. Laporan surat masuk dan keluar pada Simpel PTKI juga dapat diakses kapanpun dan dimanapun secara up to date.

Terakhir Simpel PTKI juga didukung dengan fitur tanda tangan elektronik, sehingga pembuatan surat dapat dilakukan dengan mudah dan diparaf dan ditandatangani secara elektronik, seperti pembuatan surat tugas bagi pejabat DIrektorat PTKI dan surat-surat lainnya di lingkungan Direktorat PTKI.

“Dengan aplikasi ini kita tidak perlu menunggu jam kerja, kapanpun dan dimanapun kita bisa memberikan tanda tangan, jadi lebih cepat. Aplikasi ini sangat membantu sekali, terutama untuk mendukung gerakan paperless,” ujar Arskal.