MEGAPOLITAN

Kritik Gubernur DKI Soal Banjir, PKB Jaksel: Anies Baswedan Tidak Bisa Kerja!

MONITOR, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Jakarta Selatan mengeluarkan kritikan pedas terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kritikan muncul tak lain karena Anies dinilai tak mampu menanggulangi banjir di Ibu Kota.

“Ini tentu memprihatinkan. Banjir di Jakarta sudah terjadi berulang kali sejak tanggal 1 Januari tapi Anies Baswedan masih tak mampu memberi solusi untuk warga. Ini bukti bahwa Anies hanya NATO (No Action, Talk Only),” kata Wakil Sekretaris DPC PKB Jakarta Selatan Ihsan Suri melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (25/2).

Menurut Tokoh Pemuda Betawi ini, ketidakbecusan Anies sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab musim penghujan belumlah akan berakhir. Menurut BMKG cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Maret mendatang.

“Bila Anies masih tak becus urus banjir, bukan tidak mungkin bakal ada banjir lagi setelah ini,” ujar Ihsan.

Bahkan terbaru, banjir kembali menyerang Jakarta pada 25 Februari ini. Menurut Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, banjir melanda 294 RW dengan ketinggian paling tinggi 200 cm.

Akibat banjir ini ada 973 KK (kepala keluarga) yang terpaksa menjadi pengungsi dengan total 3.565 jiwa, yang berada di 40 lokasi pengungsian.

Bahkan ada beberapa titik di mana warga tidak pernah merasakan banjir sampai harus terkena bencana akibat ketidaksiapan Pemerintah Provinsi tersebut.

Akibat bencana banjir yang kesekian kalinya ini, warga mengalami banyak kerugian baik ekonomi, fisik, hingga psikologi. Apalagi selain pemukiman, ada 30 titik jalan yang tergenang. Hal ini membuat ekonomi ibukota menjadi sangat terganggu.

Dan yang lebih meresahkan, lanjut Ihsan, dalam beberapa minggu terakhir, Anies bukannya fokus mencari solusi agar banjir tak lagi terjadi tapi malah mempersiapkan balapan Formula E yang terlihat bagai proyek mercusuar belaka.

“Kalau sudah begini percuma saja Anies menggelar Formula E. Bagaimana bila saat balapan jalanan Jakarta tergenang? Alih-alih mempromosikan Jakarta sebagai kota besar, bukankah itu malah akan mempermalukan ibukota Indonesia?,” lugas Ihsan.

Dengan deretan kenyataan ini, Ihsan pun mendorong warga agar menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah tidak bisa lagi diharapkan.

“Warga juga harus terus kritis pada Pemerintah Provinsi karena kita adalah pembayar pajak. Gubernur kita yang gaji dari pajak kita itu. Anggota DPRD pun jangan hanya diam saja,” tegas Ihsan.

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

4 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

4 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

24 jam yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

2 hari yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

2 hari yang lalu