Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor Kritik Lambatnya Penanganan Bencana di Sukajaya

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Golkar, Aan Triana Al Muharom saat meninjau Lokasi Bencana di Kecamatan Sukajaya. Foto: Istimewa

MONITOR, Bogor – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Golkar mengkritik lambatnya pemerintah kabupaten dalam penanganan bencana yang terjadi di Kecamatan Sukajaya pada awal januari 2020 silam.

“Sejak awal bencana saya terus mengawal proses penanganan baik infrastruktur jalan maupun hunian darurat, jujur saja beberapa kali saya hubungi dinas terkait responnya sangat lambat, Dinas PUPR menurunkan alat berat baru H+3 pasca bencana untuk membuka akses di jalur Kebon Kelapa, Sukaraksa, Cigudeg yang merupakan akses satu-satunya menuju lokasi bencana,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Golkar Aan Triana al Muharom saat ditemui pasca rapat pleno DPD Partai Golkar dan Pengurus Kecamatan Partai Golkar Kabupaten Bogor di Cibinong, Sabtu (22/2/2020).

Menurut Aan, sejak hari pertama dirinya di lokasi tidak ada unsur Pemerintah Kabupaten Bogor hadir dan gerak cepat sesuai slogan Bupati Bogor dalam hal penanganan korban bencana alam.

“Karena dahsyatnya bencana tanah longsor ini, hampir semua akses tertutup dan baru H+4 tersiar kabar ada jalur baru yang menuju Cileuksa melewati Cipanas, Lebak, Banten,” ungkap Aan.

Aan mengaku menyayangkan Pemerintah Kabupaten Bogor dan jajarannya sangat tidak siap dan canggung menghadapi bencana yang terjadi sehingga sulit menjangkau bantuan yang masuk diakibatkan lokasi bencana yang terisolir itu.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Golkar dari Komisi IV, Ridwan Muhibi juga mengatakan hal yang sama utamanya terkait masalah sosial yang timbul pascabencana.

“Ketika korban terdampak bencana lebih dari 10.000 jiwa, dipastikan akan banyak masalah sosial yang timbul, mulai dari Kesehatan, Pendidikan dan Keagamaan, jujur saya sangat menyoroti kinerja BPBD Kabupaten Bogor yang terlihat gagap dalam menghadapi bencana kali ini, padahal sudah dibekali anggaran tanggap darurat bencana, tapi tidak bisa maksimal seperti yang kita lihat,” ujar pria yang akrab disapa Bibih itu.

Untuk itu Bibih berencana akan membawa permasalahan tersebut ke rapat komisi IV DPRD. “Setelah melihat kondisi hari ini, saya akan membawa permasalahan ini ke rapat Komisi IV agar bisa mendorong DPRD Kabupaten Bogor mengambil langkah optimal dengan berkomunikasi intens kepada Dinas terkait baik Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Bogor yang merupakan leading sector kami di Komisi IV agar bisa segera melakukan langkah cepat menangani program pemulihan pasca bencana di Sukajaya ini,” tegasnya.

Sementara itu Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor lainnya Fakhru Razi menyetujui dan mengapresiasi langkah DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor yang akan memberikan surat mandat kepada mereka untuk segera berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera bertindak taktis dalam penanganan bencana.

“Kami siap menjalankan amanah dari Partai Golkar untuk mendorong PemKab Bogor bertindak cepat dalam recovery bencana di Sukajaya kali ini, dan ingat sekali lagi sesuai himbauan Ketua DPD Partai Golkar diawal sambutannya bahwa hilangkan dulu aroma politik dalam penanganan bencana, kita bicara kemanusiaan agar pengungsi korban bencana Sukajaya bisa hidup lebih manusiawi,” kata Fakhru Rizal.