Sabtu, 24 Februari, 2024

Pengungsi Warga Sukajaya Bogor Butuh Listrik, PLN Diminta Segera Selesaikan Pemasangan

MONITOR, Bogor – Memasuki hari ke 61 pasca bencana longsor Sukajaya Kabupaten Bogoor, satu hal krusial terlihat di beberapa lokasi pengungsian yang mengalami efek bencana terparah yakni di Desa Cileuksa, yaitu permasalahan sambungan listrik yang selama ini dinanti oleh masyarakat.

Karena dengan tidak adanya aliran listrik mereka sulit dan terkendala melakukan aktifitas sehari-hari seperti sanitasi dan kebutuhan air bersih. Selama ini kebutuhan listrik ditopang oleh beberapa Generator Set (Genset) hasil swadaya bantuan dari relawan. Namun, yang jadi masalah adalah biaya BBM genset tersebut menyulitkan mereka, karena tidak ada alokasi anggaran dari Pemerintah.

Sebetulnya, ada sekitar 54 titik di jalur Haur Bentes-Cisusuh-Cipugur yang sudah berdiri tiang-tiang listrik, akan tetapi baru hanya tiangnya saja, memang belum terlihat jaringan kabel listrik yang terpasang.

Salah satu pengungsi di wilayah Rancanangka Cileuksa, Guru Mama menyatakan bahwa mereka sangat membutukan listrik untuk menunjang kehidupan mereka. Maka ketika tiang-tiang itu datang dengan senang hati mereka sambut dan ikut gotong royong mendirikan tiang listrik tersebut.

“Waktu tiang-tiang tersebut datang ke wilayah kami, bahagia rasanya, bahkan ratusan masyarakat disini ikut bergotong royong mendirikan tiang-tiang tersebut, karena memang kami butuh listrik untuk penerangan dan juga kebutuhan menyedot air bersih, tapi gak tau kenapa ternyata sampe sekarang sudah hampir dua bulan masih sekedar tiang saja belum ada kabelnya, gak tahu sampe kapan akan dipasang,” ujar Mama, Senin (2/3/2020).

Mama juga menambahkan, selama ini kebutuhan listrik di suplai melalui Genset, itupun terkadang suka mati jika BBM habis dan harus lapor ke Kepala Desa. Genset juga cukup hanya untuk lampu saja. “Kalau mesin air mah ga akan kuat, kami berharap PLN bisa melanjutkan pemasangan jaringan listrik ini biar kami bisa ambil air,” terangnya.

Sementara itu, dihubungi lewat sambungan telepon Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom menyayangkan kelambatan pemasangan jaringan listrik ini hingga dikeluhkan masyarakat pengungsi.

“Terakhir saya mengunjungi pengungsi blok Cipendawa, Cipugur tanggal 22 Februari 2020. Saya masih melihat aktifitas beberapa petugas PLN yang sedang memasang trafo di Cipendawa, tapi memang sepanjang jalan yang berdiri baru tiang listriknya saja,” ungkap Aan.

Aan juga meminta pihak PLN untuk mempercepat proses pemasangan jaringan listrik ke lokasi pengungsi karena kebutuhan listrik sangat penting untuk kehidupan di pengungsian.

“Saya akan segera berkoordinasi dengan PLN wilayah setempat agar mempercepat pemasangan jaringan listrik, karena ini sudah dua bulan lebih pengungsi hidup di pengungsian seadanya ditambah pasokan listrik yang belum ada,” tandasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER