Waspadai Kepentingan Asing, Bamsoet Tuntut Parpol Tanamkan Ideologi Pancasila

Ketua MPR RI 2019-2024 Bambang Soesatyo (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, fenomena masuknya pemodal besar ke dalam partai politik bukanlah hal yang baru. Ia mengakui, mereka kerap masuk dengan cara membantu kandidat calon ketua umum yang berlaga dalam Munas, Muktamar maupun Kongres suatu Parpol yang terbuka.

“Ini hal yang biasa. Sah-sah saja. Namun, kita semua juga harus mewaspadai jika ternyata ada agenda tersembunyi di balik bantuan yang diberikan oleh para para pemodal yang kadang membawa kepentingan asing,” kata politikus yang akrab disapa Bamsoet ini, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/2).

Untuk mengantisipasi hal itu, kata Bamsoet, maka setiap Parpol dan para elitnya harus memiliki pemahaman ideologi Pancasila yang jelas agar partai tidak terkontaminasi dengan kepentingan asing maupun kepentingan para pemilik modal.

Widget Situasi Terkini COVID-19



“Tanpa terus menerus kita tanamkan kecintaan kita pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD NRI 1945 (PBNU) pada setiap elit parpol dan generasi penerusnya, maka dengan sistem demokrasi yang sangat liberal (terbuka) pada saat ini, Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga keutuhan bangsa,”ujar dia.

Dikhawatirkan, imbuh dia, masuknya para pemodal atau kepentingan asing bisa saja berdampak pada penentuan kebijakan ekonomi dan politik Indonesia.

“Ini sebenarnya warning dari saya dalam melihat sistem demokrasi kita yang biayanya sangat tinggi. Dimana hanya orang-orang berkantung tebal yang memiliki peluang menjadi pejabat publik, sebagai ekses merebaknya politik uang mulai dari pemilihan kepala desa, bupati/walikota, gubernur, Pileg hingga Pilpres,” papar dia.

“Kalau hal ini terus dibiarkan terjadi, bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 20 atau 30 tahun mendatang, para pemodal besar dan kepentingan asing melalui para tokoh dan elit parpol dapat sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang akan lahir, naik di legislatif maupun di eksekutif untuk kepentingannya,” pungkasnya.