Semprot Anak Buah Anies, Ketua DPRD: Jangan Merasa Otak Lu Pinter Sendiri!

Rapat Komisi E DPRD DKI

MONITOR, Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyemprot Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Iwan Henry Wardhana. Pras memarahi Iwan terkait soal penyelenggaraan Formula E.

Dimana Iwan pernah melontarkan pernyataan ke media bahwa urusan Formula E adalah urusan dapurnya dan orang lain tak boleh detail mengetahuinya.

“Pak Iwan kalau bicara di media hati-hati, Pak Iwan tau Pemda nggak? Tau? Ada apa aja di pemerintahan Daerah? Tolong tolong dijawab,” tegas Pras di ruang rapat Komisi E, Rabu (19/2).

Widget Situasi Terkini COVID-19

Iwan pun menjawab bahwa Pemda meliputi eksekutif dan legislatif. “Tau?, Kok ucapannya bapak sebegitu hebatnya di media seakan-akan ini urusan perut bapak sendiri, tolong ucapan itu di depan mata saya dan teman-teman (anggota Komisi E), tarik ucapannya itu,”tandas Pras.

Pras menegaskan bahwa dirinya tidak menolak penyelenggaraan Formula E, namun pihak eksekutif dalam hal ini Pemprov DKI harus melibatkan legislatif yakni DRPD DKI dan pihak lain dalam merencanakan penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut.

“Tapi model lu jangan jagoan bos, lu mau nantang-nantang kita nggak papa, lima tahun saya masih memimpin. Semua orang diajak komunikasi pasti ada jalan keluarnya, jangan merasa otak lu pinter sendiri, kaget saya,” semprot

Apalagi kata Pras, surat balasan Pemprov DKI ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Formula E di Monas memuat klaim rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sedangkan TACB mengaku belum memberikan rekomendasi.

Iki pemerintahan opo (apa-red). Saya baru ketemu ini baru jadi Kadis langsung udah menghina dewan. Saya sebagai pimpinan di sini saya pribadi ya, saya tersinggung dengan ucapan bapak dan hari ini tolong dijawab ditarik omongan bapak, saya gak melihat alasannya karena ini sudah ada di medsos,” ujar Pras.

Pras lantas meminta masalah surat rekomendasi ke Setneg terkait wacana penyelenggaraan Formula E dibereskan. Bahkan dia sebut surat yang telah dikirim dan diakui salah ketik tersebut tidak sah.

“Saya tau persis anda siapa. Pak Iwan tolong dijawab pertanyaan saya karena itu menyangkut masalah saya. Anda head to head dengan saya,” tegas Pras.

Mendengar cecaran itu, Iwan lantas menyampaikan permintaan maaf kepada Pras dan seluruh anggota dewan yang hadir dalam rapat tersebut.

“Terimakasih pak ketua dewan, atas nama pribadi saya menyampaikan permohonan maaf bilamana ada ucapan lisan saya yang tertulis pada akhirnya di media bisa menyinggung bapak ketua dewan yang saya hormati beserta bapak ibu sekalian,” kata Iwan.

Belakangan Pemprov DKI mengakui ada kesalahan ketik dalam surat balasan tersebut, bahwa surat rekomendasi bukan dari TACB melainkan Tim Sidang Pemugaran (TSP). Menurut Pras, hal ini lantaran tidak ada komunikasi baik di Pemprov DKI.

“Saya tau persis anda siapa. Pak Iwan tolong dijawab pertanyaan saya karena itu menyangkut masalah saya. Anda head to head dengan saya,” tegas Pras.