Buntut Kasus Bully di Purworejo, Ganjar Akan Tutup Sekolah Lokasi Perundungan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dok: Solopos)

MONITOR, Purworejo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana akan mengevaluasi serta menutup sekolah yang menjadi lokasi kasus perundungan siswi di Purworejo yang sempat viral. Ya, seorang siswi yang diketahui berkebutuhan khusus sempat menjadi korban bully oleh beberapa siswa laki-laki saat jam sekolah.

Usulan penutupan atau peleburan dengan lembaga sekolah lain ini disampaikan Ganjar, mengingat jumlah siswa di sekolah tersebut hanya berkisar 21 orang.

“Sekarang saya lagi minta regulasinya ditata dan saya minta kepada semua pemangku kepentingan pendidikan yang begini boleh tidak sih dilikuidasi? Saya kira kalau seperti itu tidak ada muridnya atau tidak bisa keluar dengan baik ditutup saja atau digabung dengan sekolah kiri kanannya,” ujar Ganjar kepada wartawan, Kamis (14/2).

Dari data yang didapatkan di laman Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ganjar menyatakan sekolah tempat terjadinya bullying hanya mendidik 21 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel).

Dengan jumlah yang minim ini, Ganjar menduga sekolah tersebut sesungguhnya tidak mampu untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

“Sekarang mesti kita pikirkan bagaimana mengevaluasi sekolah seperti ini. Dengan sekolah berkapasitas sedikit jangan-jangan kapasitas sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan pun tidak mampu,” pungkasnya.