PERTANIAN

Wabah Corona Hambat Ekspor Manggis, Kementan Perluas Pasar ke Amerika

MONITOR, Jakarta – Wabah virus Corona di Tiongkok tidak hanya menghantui dunia kesehatan, tetapi juga perekonomian masyarakat. Salah satu sektor ekonomi yang terdampak adalah kegiatan ekspor manggis Indonesia ke Tiongkok. Imbas Virus Corna, ekspor manggis turun hingga 70 persen.

Salah satu eksportir manggis, Jro Putu Tesan dari Radja Manggis Sejati mengungkapkan, kendala yang dihadapi yaitu transportasi dan daya beli. Selama ini manggis menuju Tiongkok diangkut dengan kargo udara menggunakan pesawat komersial.

“Namun, sejak adanya wabah ini maskapai penerbangan sudah menutup seluruh penerbangan dari dan menuju Tiongkok,” ujar dia di Jakarta.

Selain itu, Putu juga mengatakan jika daya beli masyarakat mengalami penurunan karena adanya himbauan untuk tidak keluar rumah.
Pernyataan tersebut dipertegas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Dody Edward. Kata Dody, tujuh negara sudah menutup perbatasannya dengan Tiongkok.

“Tiongkok masih menerima impor ke negaranya hanya saja ada larangan aktivitas bisnis di luar ruangan hingga 7 Februari 2020.
Tentu ini memang menjadi kendala kita karena berpengaruh pada bongkar muat dan pasar lelang,” beber dia.

Perluasan Pasar Jadi Solusi Jangka Panjang

Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Yasid Taufik mengungkapkan presentase serapan manggis Indonesia ke Tiongkok mencapai 80% atau 20.000 ton. Ini menjadikan Tiongkok negara pengimpor manggis terbesar dari Indonesia.

“Imbas Corona ini menyebabkan ekspor manggis Indonesia terhambat sementara manggis sudah masuk ke musim panen raya,” cetus dia.

Yasid menambahkan, solusi terkait hal ini adalah dengan melakukan intervensi pasar baru secara cepat ke negara-negara lain. Amerika Serikat, Rusia, Vietnam dan India dapat menjadi alternatif jangka panjang.

“Peluang masuknya manggis ke Amerika Serikat cukup besar karena pasar untuk mangga, jambu dan manggis mencapai 500 ribu ton. Rusia pun memiliki pasar yang terbuka bagi manggis dan regulasinya tidak seketat negara Asia Timur,” kata Yasid.

Yasid memaparkan, negara lain seperti Jerman, Belanda, UAE dapat diintervensi melalui pameran-pameran yang diikuti Ditjen Hortikultura bersama pelaku usaha, seperti Fruit Logistica di Jerman, Macfrut 2020 di Italia.

“Ada juga One Day with Indonesia Fruit & Coffee yang akan diadakan Kementerian Pertanian di sebelas Negara,” tambahnya. solusi jangka pendek, Staf Ahli Menteri bidang Lingkungan Pertanian Pending Dadih Permana menuturkan bahwa dibutuhkan sejumlah data dari eksportir, yakni mengenai jumlah pasokan, jadwal kirim, dan realisasi ekspor manggis hingga Mei 2020 ke Tiongkok. “Tujuannya untuk ditindaklanjuti bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri,” tutup dia.

Recent Posts

Fahri Hamzah: Waspada Survival Pragmatis Dunia, Elite Harus Konsolidasi SDA

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, ketidakpastian…

6 menit yang lalu

Prof Rokhmin: Pembangunan Ramah Lingkungan Syarat Mutlak Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. H. Rokhmin Dahuri, memperingatkan bahwa…

1 jam yang lalu

Madrasah Pamerkan Robot AI dan Inovasi Ekoteologi pada Ajang GYIIF dan IYMIA

MONITOR, Jakarta - Madrasah kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dan sains melalui…

4 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan PPIH 2026 Harus Paham Fiqh Haji Ramah Perempuan

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pelaksanaan Diklat Petugas…

4 jam yang lalu

KKP Targetkan Indonesia Jadi Eksportir Tuna Nomor Satu di Jepang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap memfasilitasi unit pengolahan ikan (UPI) yang…

10 jam yang lalu

Menag Harap UIN Ambon Jadi Pelopor Ilmu di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon…

12 jam yang lalu