MONITOR, New York – Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation) berkomitmen bahwa ke depan membawa Islam lebih jauh ke berbagai belahan dunia. Islam sebagai “rahmah” yang membawa keberkahan, kasih sayang, kedamaian dan kebahagiaan untuk semua umat manusia di seluruh penjuru dunia.
Islam yang dalam Al-Quran dikenal dengan “rahmatan lil-alamin” yang memang dirindukan dan ditunggu oleh dunia. Islam yang tidak saja berkarakter mulia dan damai, tapi juga disampaikan dan ditampilkan dengan karakter mulia dan damai pula, demikian diungkapkan Imam Shamsi Ali yang juga sebagai direktur Jamaica Muslim Center
“Insya Allah dari tanggal 9 hingga 24 Februari 2020 ini saya akan keliling ke beberapa negara/kota di Eropa untuk sharing ilmu dan pengalaman dengan teman-teman Muslim maupun non Muslim”. Ungkapnya, Jumat (7/1/2020) di New York, Amerika Serikat.
Ia menambahkan Perjalanannya ke Eropa ini atas sponsor teman-teman Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman, dengan melibatkan semua organisasi-organisasi Islam Indonesia lainnya, termasuk PCNU, PPI dan Persatuan Masyarakat Muslim dan lain-lain. Tentunya perwakilan-perwakilan RI di berbagai kota Eropa ikut memberikan dukungannya.
“Safari saya kali ini juga mencakup beberapa ceramah umum (public lectures) dan diskusi terbuka di beberapa universitàs Eropa. Di antaranya di Bonn University, Signund Freud University, Giethe Universty, dan beberapa lainnya”. Tambahnya.
Dialog antar agama terutama akan diadakan di Hamburg Università Jerman. Termasuk bedah buku “Sons of Abraham”, buku yang ia tulis bersama seorang pendeta Yahudi di Amerika.
Tema yang diusung dalam Safari ini adalah “an Indonesian Muslim on Peace Tour to Europe”. Atau Muslim warga Indonesia membawa misi perdamaian ke Eropa.
Berdasarkan tema ini ada beberapa makna penting yang akan disampaikan, antara lain:
Selanjutnya, Imam Shamsi Ali berharap Semoga kunjungannya ini membawa manfaat dan berkah untuk Eropa dan dunia secara umum. Sekaligus semakin mengenalkan salah satu kekuatan dan keindahan bangsa dan negara Indonesia tercinta sebagai negara Muslim terbesar dunia.
“Mungkin apa yang saya sampaikan di atas adalah mimpi besar. Tapi saya yakin tiada sesuatu yang besar tanpa dimulai dari mimpi besar. Dan tanpa langkah kecil pertama tak akan ada langkah-langkah besar selanjutnya”.
“Saya hanya mengharapkan doa dan dukungan dari semuanya. Semoga usaha kecil ini diterima dan membawa manfaat dan keberkahan bagi umat, bangsa dan dunia. Amin”. Tutupnya
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri…
MONITOR, Mina — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa…
MONITOR, Pesawaran, Lampung - Transformasi pertanian Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada cara-cara konvensional semata.…
MONITOR, BEKASI – Gedung Juang Tambun bukan sekadar bangunan bersejarah. Di tempat yang menjadi simbol…
MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…