UMKM

LPDB Bakal Kucurkan Dana Bergulir untuk Perternak Ayam di Lampung

MONITOR, Lampung – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mengunjungi sentra peternakan ayam petelur, yang berada di Bangunrejo, Lampung Tengah. Peternakan yang dikelola Abi Farm yang berdiri pada 2018 ini akan memperluas kandang untuk memperluas kandang ayam dibutuhkan dana sekitar Rp5 miliar.

Dengan perhitungan satu kandang yang mampu menampung 3313 ekor ayam ini menghabiskan dana sebesar Rp600 juta. Dengan perluasan kandang ini diharapkan mampu menampung 30 ribu ekor ayam.

Braman Setyo mengatakan, LPDB siap mencover kebutuhan dana tersebut, Namun, dananya tidak bisa langsung dikasih ke peternak, melainkan disalurkan kepada KSPPS BTM BiMU yaitu Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitut Tamwil Muhammadiyah Bina Masyarakat Utama mengingat para peternak ayam tersebut anggota dari Koperasi BiMU.

“LPDB siap mengcover dana pembuatan kandang ayam yang mencapai Rp5 miliar itu karena di usaha peternakan ayam ini menerapkan model pemberdayaan para peternak sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak,” kata Braman, di Lampung Tengah, yang dalam kesempatan ini turut mendampingi Staf Khusus Menkop dan UKM Agus Santoso, Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Iman Pribadi, dan Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto.

Setelah perluasan kandang ini selesai yang diisi juga dengan ternak ayam, nantinya para peternak diajak untuk ikut berinvestasi berapapun jumlah dana yang akan diinvestasikannya. Model pemberdayaan seperti ini, menurut Braman, sangat menarik karena tidak hanya memikirkan dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi sosialnya.

“Model pemberdayaan semacam ini bisa menjadi role model untuk diterapkan di provinsi lain. Karena beternak ayam anggota Koperasi juga bisa melakukan kegiatan pertanian sehingga mendapatkan income tambahan,” tutur Braman.

Braman menambahkan pada dasarnya LPDB siap memberikan bantuan dana bergulir kepada Koperasi hingga Rp50 miliar sekalipun. Yang jelas, calon mitra sudah memperhitungkan mitigasi resiko atas usaha yang dijalankan.

LPDB juga mengunjungi PT Siger Jaya Abadi yang berlokasi di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Tengah. Perusahaan ini memproduksi olahan rajungan dalam kemasan kaleng yang diekspor ke berbagai negara. Sebanyak 90 persen produk rajungan diekspor ke Amerika Serikat, sisanya ke Eropa, China, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.

Perusahaan ini mendapatkan pasokan rajungan dari para nelayan yang menjadi anggota KSPPS BTM BiMU. Para nelayan ini mengambil rajungan yang sudah ditentukan titik lokasinya. Ada yang di Bangka Belitung, Palembang dan Lampung.

Untuk memudahkan aktifitas para nelayan, BiMU memberikan pinjaman yang nanti dibayar setelah panen. Persoalannya, para nelayan ini akan mendapatkan hasil jerih payahnya menangkap rajungan setelah produk diekspor dan BiMU selama 2 tahun ini sudah menggelontorkan dana sebesar Rp2 miliar.

Setelah melihat lebih dekat bagaimana proses rajungan dikemas dalam kalengan di Siger, LPDB siap membiayai para nelayan yang nilainya bisa dua kali lipat dari yang BiMU keluarkan. Mengapa, LPDB berani menggulirkan dana sebesar itu karena produk rajungan ini sangat menjanjikan. Pasar ekspornya juga jelas. Standar mutunya pun terjamin.

“Tapi dana ini tidak langsung disetor ke para nelayan tetapi melalui Koperasi atau two step loan, pinjaman melalui pihak kedua. Kapan disalurkan menunggu evaluasi lebih lanjut,” katanya seraya menambahkan hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koperasi dan UKM yang menginginkan koperasi dan para anggotanya lebih berdaya saing.

Recent Posts

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

2 jam yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

18 jam yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

19 jam yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

22 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

1 hari yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

2 hari yang lalu