JABAR-BANTEN

Kementan Harap Jabar Jadi Role Model Program ProPaktani

MONITOR, Bekasi – Pendekatan pembangunan pertanian tahun ini diarahkan ke kawasan korporasi yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan program Propaktani sebagai bentuk rekayasa kelembagaan petani dengan tata kelola usahatani menjadi profesional dan modern.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan pendekatannya dengan mengelola usahatani dengan satu manajemen berskala ekonomi yang menguntungkan.

“Kita tahu kan, selama ini usahatani itu dikelola luasan kecil-kecil dan ada yang sendiri-sendiri, makanya kita dorong untuk kompak mereka berkorporasi, supaya dikelola lebih baik, banyak kemudahan dalam akses input sehingga kualitas input benih, pupuk, pestisida bagus semua, mudah akses modal, pelayanan teknologi maupun pasarnya”. Hal ini disampaikannya pada acara Rakor dengan distan dan penyuluh se Jabar di Bekasi, Kamis (7/2).

Untuk lebih memahami Propaktani, Suwandi mengenalkan bagaimana konsep yang dirancang untuk menjadikan kelembagaan petani naik kelas. Dari awalnya Kelompok tani, bergabung jadi gapoktan kemudian bergabung lagi menjadi berbasis korporasi. Untuk lahannya tetap dari existing yang ada, lahan hamparan yang ada dirancang dalam klaster tanpa mengurangi batas batas kepemilikan lahan, namun menyatukan dalam satu manajemen sehingga berskala ekonomi. “ Ini ruang lingkup korporasi petani, mereka membentuk kelompok yang kuat di lahan yang ada dikelola sehingga skalanya lebih luas, jadi hamparan itu termanage dengan baik nanti,” tambahnya.

Diakui Suwandi model ini bukan bentukan kelembagaan baru, tapi mengupgrade dari kelembagaan petani yang sudah ada, intinya petani bisa naik kelas. Seluruh kebutuhan input petani dikoordinasikan satu pintu korporasi, demikian juga dalam hal akses modal, teknologi, kemitraan dan pasarnya. Harapannya akan memotong rantai pasok dan terwujud efisiensi pada berbagai tahapan usahatani.

Selaku Koordinator Tim Supervisi di wilayah Jawa Barat, Suwandi menginginkan Jabar menjadi salah satu show window program Propaktani . Misalnya di Indramayu yang terkenal sebagai kabupaten terluas penyumbang produksi padi di Jabar, arahnya bisa diterapkan sebagai role model ProPaktani.

“Tentu kita kawal terus program ini. Kita fasilitasi sarananya dan permudah akses pembiayaannya. Jadi tidak bertumpu pada anggaran Kementan saja tapi memanfaatkan sumber pembiayaan lain, seperti halnya dengan KUR,” tandasnya.

Sesuai arahan Mentan SYL, kedepannya pengembangan pertanian tidak hanya target pencapaian produksi saja, namun juga bagaimana bisa hilirisasi dan mencapai ekspor tiga kali lipat. Menurut Suwandi Jabar ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai basis produsen ekspor. “Contohnya pengembangan beras khusus, beras tarabas sekelas japonika beras organik, beras merah, beras hitam, itu kan semua ada di Jabar. Jadi kita kembangkan kawasannya, kita perluas ekspornya. Saya optimis kalau kita bergerak bersama pasti bisa terwujud. Yang terpenting dari program ini adalah bagaimana intensif pengawalan. Kostratani dan kostrada sebagai simpul pusat gerakkan terus mengawal kegiatan ini,” pungkas Suwandi.

Desi, penyuluh dari kecamatan banyuresmi kabupaten Garut pun menyatakan kesiapannya mengawal program propaktani tersebut. “Kami di bawah kendali kostratani siap melaksanakan apa yang menjadi keinginan Mentan SYL dan tentu menjadi tugas kami untuk memastikan petani bisa meningkat kapasitasnya baik kapasitas SDM nya maupun usahanya,” tandas Desi.

Makanya kami para penyuluh se Jabar antusias datang di acara ini. Kami ingin dengar langsung dari Pak Dirjen Tanaman Pangan apa saja program tahun ini, dan bagaimana mekanisme kerjanya biar kami bisa mudah memsosialisasikannya ke petani-petani. Biar bisa sinkron jadinya, ungkap Desi lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus disosialisasikan beberapa program lain Kementan seperti penerapan integrated farming, budidaya zero waste, upaya pengendalian hama yang ramah lingkungan, dan hilirisasi produk pertanian.

Acara diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas dari masing masing kabupaten/kota di Jabar sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan target target peningkatan produksi dan ekspor produk tanaman pangan.

Recent Posts

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

3 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

4 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

15 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

18 jam yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

21 jam yang lalu

Alih Generasi dan Tantangan Sensus Pertanian, HKTI Lumajang Dorong Transformasi Smart Farming

MONITOR, Lumajang - Penurunan jumlah usaha pertanian di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir menjadi…

23 jam yang lalu