Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani, Jakarta, (Foto: Rangga Darmawan)
MONITOR, Jakarta – Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa partai akan memanggil Andre Rosiade, pada pekan depan.
Pemanggilan itu, sambung dia, dalam rangka mengklarifikasi atas peristiwa penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) di Padang, Sumatera Barat.
“Minggu depan kami akan panggil Andre, kami merasa perlu memanggil Andre, karena pemberitaan ini sudah ke sana kemari. Sehingga kami perlu konfirmasi, penjelasan dari bersangkutan apa yang sebenernya terjadi,” kata Muzani usai menghadiri rangkaian acara HUT Partai Gerindra ke-12, di Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (6/2).
Menurut Muzani, apa yang diterima oleh DPP merupakan cerita yang tidak utuh dalam menggambarkan situasi sesungguhnya.
“Sehingga, kami merasa perlu memanggil Andre untuk mendengar penjelasan dan keterangannya, apa yang sebenarnya terjadi, terutama peristiwa itu,” papar pria yang menjabat wakil ketua MPR RI itu.
Lebih lanjut, ketika ditanyakan apakah tindakan penggerebekan yang dilakukan Andre Rosiade telah berkordinasi dengan DPP atau inisiatif yang bersangkutan? Muzani mengatakan justru pemanggilan tersebut untuk mengkonfirmasi semua informasi yang diterima terkait peristiwa tersebut.
“Itu yang mau saya tanya, itu bagian yang saya ingin tanya. Kami mau nanya idenya dari mana?, apa hasil mimpi, atau apa,” pungkas Muzani.
MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…
MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…
MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…