PEMERINTAHAN

4 WNI Belum Dievakuasi dari Wuhan, Menkes: Itu Aturan dari Pemerintah China

MONITOR, Jakarta – Pemerintah melakukan penjemputan dan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Hubei, China pada Minggu (2/2/2020). Langkah tersebut diambil pemerintah untuk menjamin warga Indonesia di sana tidak terjangkit virus corona.

Namun, dari 245 orang yang rencananya akan dievakuasi, hanya 239 orang yang berhasil dibawa pulang, sedangkan sisanya tidak ikut karena berbagai alasan termasuk empat diantaranya yang tengah sakit.

Terkait dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto membenarkan WNI yang sakit tersebut dan berada di Hubei, China. Adapun penyebab pastinya menurut Terawan adalah karena pemerintah China tidak mengizinkan warga manapun berpergian jika dalam keadaan sakit.

“Sesuai dengan apa yang menjadi aturan dari WHO harus dilakukan Screening, dan diperketat oleh pemerintah China, dari public healthy emergency of internasional concern (PHEIC) tidak boleh warga yang sakit itu keluar dari sana,” katanya saat ditemui usai rapat dengan komisi IX DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Senin (3/2/2020).

Lebih lanjut Terawan mengatakan pemerintah China memberlakukan hal tersebut tidak hanya untuk penyakit Virus Corona saja namun penyakit yang lain-lain. Dia juga tidak menjelaskan penyakit apa yang sedang dialami empat orang tersebut

“Sakit apapun tidak ada keterangan sakit ini tidak boleh keluar termasuk sakit mata ya sama aja,” tegasnya.

“Itu adalah hasil screening mereka, bertahap mereka diperiksa. Kemudian itu urusan pemerintahan China, artinya mereka menjamin yang dikirim itu sehat,” tambahnya.

Meski demikian, Terawan memastikan jika empat orang WNI yang masih ada disana terus dipantau oleh pemerintah melalui Konsulat Jendral (KJRI) maupun Kedutaan.

“Empat orang itu merasa lebih nyaman disana. Kenapa, ya mungkin logistik disana lancar. Dari kita tetap kita jaga kita berikan logistiknya dan kita juga pantau bagaimana perkembangannya melalui KJRI, KBRI juga dilakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Recent Posts

Pemudik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik Lebaran di Tanggal 24, 28 dan 29 Maret 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik…

6 jam yang lalu

Panglima TNI dan Kapolri Cek Langsung Pos Mudik Lebaran 2026 di Medan, Pastikan Pengamanan Maksimal

MONITOR, Medan — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo…

16 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Tambah 23 Juta Tabung LPG 3 Kg Pada Momen Libur Panjang Lebaran

MONITOR, Jakarta – Pada momen libur panjang  dan meningkatnya aktivitas masyarakat pada momentum Ramadan dan Idulfitri, Pertamina…

17 jam yang lalu

Hujan Deras Picu Genangan 30 Cm di Tol Jagorawi Arah Jakarta, Sejumlah Lajur Sempat Tak Bisa Dilalui

MONITOR, Jakarta — Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air setinggi sekitar 30 cm di Ruas Tol…

23 jam yang lalu

Dominasi Arah Trans Jawa, Pergerakan Kendaraan Mudik Tembus 1,8 Juta

MONITOR, Jakarta — Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat…

1 hari yang lalu

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1…

1 hari yang lalu