Selasa, 21 Mei, 2024

4 WNI Belum Dievakuasi dari Wuhan, Menkes: Itu Aturan dari Pemerintah China

MONITOR, Jakarta – Pemerintah melakukan penjemputan dan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Hubei, China pada Minggu (2/2/2020). Langkah tersebut diambil pemerintah untuk menjamin warga Indonesia di sana tidak terjangkit virus corona.

Namun, dari 245 orang yang rencananya akan dievakuasi, hanya 239 orang yang berhasil dibawa pulang, sedangkan sisanya tidak ikut karena berbagai alasan termasuk empat diantaranya yang tengah sakit.

Terkait dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto membenarkan WNI yang sakit tersebut dan berada di Hubei, China. Adapun penyebab pastinya menurut Terawan adalah karena pemerintah China tidak mengizinkan warga manapun berpergian jika dalam keadaan sakit.

“Sesuai dengan apa yang menjadi aturan dari WHO harus dilakukan Screening, dan diperketat oleh pemerintah China, dari public healthy emergency of internasional concern (PHEIC) tidak boleh warga yang sakit itu keluar dari sana,” katanya saat ditemui usai rapat dengan komisi IX DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Senin (3/2/2020).

Lebih lanjut Terawan mengatakan pemerintah China memberlakukan hal tersebut tidak hanya untuk penyakit Virus Corona saja namun penyakit yang lain-lain. Dia juga tidak menjelaskan penyakit apa yang sedang dialami empat orang tersebut

“Sakit apapun tidak ada keterangan sakit ini tidak boleh keluar termasuk sakit mata ya sama aja,” tegasnya.

“Itu adalah hasil screening mereka, bertahap mereka diperiksa. Kemudian itu urusan pemerintahan China, artinya mereka menjamin yang dikirim itu sehat,” tambahnya.

Meski demikian, Terawan memastikan jika empat orang WNI yang masih ada disana terus dipantau oleh pemerintah melalui Konsulat Jendral (KJRI) maupun Kedutaan.

“Empat orang itu merasa lebih nyaman disana. Kenapa, ya mungkin logistik disana lancar. Dari kita tetap kita jaga kita berikan logistiknya dan kita juga pantau bagaimana perkembangannya melalui KJRI, KBRI juga dilakukan hal yang sama,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER