PENDIDIKAN

Peminat Kuliah ke Timur Tengah Tinggi, Kemenag Minta Proses Seleksi Berjalan Baik

MONITOR, Jakarta – Animo masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke negara Timur Tengah terbilang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah pendaftar yang terjadi pada setiap tahun.

Untuk itu, dalam rangka menghadapi pelaksanaan seleksi calon mahasiswa S1 ke Timur Tengah tahun 2020, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagaman Islam (PTKI) menggelar rapat koordinasi bersama dengan perwakilan Pusat Bahasa PTKIN dan Organisasi International Alumni Al-Azhar (OIAA), di Ruang Sidang lantai 8 Kementerian Agama RI, Selasa (22/01).

Direktur PTKI Prof. Arskal Salim menyambut baik pertemuan ini dalam rangka untuk persiapan seleksi calon mahasiswa baru ke Timur Tengah.

“Persiapan ini untuk memastikan bahwa proses seleksi baik tulis dan wawancara dapat dilaksanakan dengan baik” jelas Arskal.

Pada kesempatan yang sama Arskal salim juga berharap seleksi tahun 2020 tetap menggunakan basis komputer dengan lokal koneksi dan pelaksanaan seleksi agar tidak dilaksanakan secara bersama. Seleksi dilakukan dengan waktu berbeda antar satker penyelenggara.

Semoga sistem seleksi tahun ini semakin memberikan kemudahan dan memberikan beberapa alternatif pilihan lokasi kepada para calon peserta.

“Kita harus menggali seluruh potensi yang kita miliki untuk menghasilkan hasil seleksi yang berkualitas yang akan membanggakan di masa yang akan datang” tambahnya.

Salah satu tahapan seleksi adalah wawancara. Dalam hal ini Arskal berharap para tahap wawancara ini dapat dipastikan bahwa para calon mahasiswa baru ke timur tengah terbebas dari ideologi radikalisme yang menentang ideologi negara. Komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetap menjadi penjaga ajaran Islam yang moderat.

Menurut kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad menyampaikan bahwa seleksi ini bertujuan untuk menyaring lulusan Madrasah Aliyah/Pondok Pesantren atau sekolah potensial untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah dan mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan bahasa arab dalam rangka melahirkan calon ilmuwan yang mumpuni dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

“Untuk model seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersamaan namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda dimasing-masing lokasi. Untuk detail jadual akan kita umumkan pasca disepakati bersama-sama”, jelas kasi Kerjasama Zulfahri.

Recent Posts

Ekspor Ikan Natuna Tembus 1,2 Miliar Rupiah, Karantina Kepri: Semua Dalam Keadaan Sehat

MONITOR, Natuna - Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan…

19 menit yang lalu

Dahnil Anzar Tegaskan Komitmennya untuk Perbaikan Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri urusan haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan radikal…

3 jam yang lalu

Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy…

3 jam yang lalu

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

1 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

2 hari yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

2 hari yang lalu