Skandal Jiwasraya, Ketua MPR: Jadi Warning Bagi Seluruh BUMN

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung yang bergerak cepat dan tepat dalam menuntaskan skandal Jiwasraya dengan menetapkan, menangkap, dan menahan lima orang tersangka.

Antara lain Hary Prasetyo (Direktur Keuangan Jiwasraya 2013-2018), Hendrisman Rahim (Direktur Utama Jiwasraya 2002-2018), Benny Tjokrosaputro (Komisaris PT Hanson International), Heru Hidayat (Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera), dan Syahmirwan (Pensiunan Jiwasraya).

“Pengusutan tidak boleh berhenti sampai disitu. Pengembangan penyidikan harus tetap dilakukan oleh Kejaksaan Agung, karena tak menutup kemungkinan berbagai pihak dari luar Jiwasraya juga turut terlibat,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1).

“Pada prinsipnya, siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. Mengingat selain telah menyengsarakan rakyat pemegang polis, mereka juga telah membuat malu Indonesia lantaran memperburuk citra kinerja BUMN di mata internasional,” paparnya lagi.

Tidak hanya itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menilai, penyelesaian skandal Jiwasraya dengan menyeret para pelaku ke hadapan hukum merupakan tantangan yang tidak mudah bagi Kejaksaan Agung. 
Hambatan maupun intimidasi dari berbagai pihak, kemungkinan besar akan terjadi.

“Kejaksaan Agung tak boleh gentar menegakan hukum. Tak perlu takut dengan hambatan, tekanan, maupun intimidasi. Karena ada kekuatan rakyat yang jauh lebih besar mendukung Kejaksaan Agung. Buktikan kepada rakyat bahwa Kejaksaan Agung sangat bisa diandalkan dalam pemberantasan korupsi,” sebut Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengingatkan pekerjaan rumah Kejaksaan Agung belum berhenti sampai penetapan, penangkapan, dan penahanan kelima tersangka saja.

Oleh karena itu, mantan ketua komisi III DPR itu mendesak agar Kejaksaan Agung terus mengumpulkan berbagai alat bukti guna memperkuat berkas perkara kelima tersangka.

“Jangan sampai karena lemahnya alat bukti, membuat kelima tersangka lolos dari jerat hukum di proses pengadilan,” ujar politikus Golkar itu.

Ia juga mengingatkan bahwa skandal Jiwasraya menjadi warning bagi seluruh BUMN, khususnya yang bergerak di bidang usaha asuransi, agar tak main-main dalam mengelola uang rakyat.

“BUMN sebagai wajah Indonesia dalam mengelola bisnis usaha, sepatutnya menjadi kebanggaan nasional dihadapan internasional. Bukan malah membuat malu bangsa lantaran ketidakbecusan tata kelola manajemennya,” pungkas Bamsoet.