Ketua DPP Demokart bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Hutahaean (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Kasus OTT Wahyu Setiawan telah mencoreng nama baik penyelenggara Pemilu. Sebagian menuding, KPU ada kongkalikong dengan partai politik pemenang Pemilu demi memuluskan Pergantian Antar Waktu (PAW) kadernya yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Melihat kasus Wahyu ini, banyak yang kecewa dan tidak percaya akan integritas yang dibangun oleh KPU RI sebagai penyelenggara Pemilu. Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean pun mengaku dirinya tak punya lagi harapan kepada KPU, usai Wahyu dicokok KPK.
“Apa yang bisa kita harapkan dari OTT KPK RI terhadap WS? Tak ada harapan lebih,” ujarnya, Selasa (14/1).
Ditambah lagi, pihak penyuap Wahyu Setiawan tak lain adalah kader PDI Perjuangan. Ferdinand mengaku pesimis menyaksikan perilaku politisi yang menghalalkan segala cara demi mengejar ambisi karir politiknya.
“Saya pesimis melihat kekuasaan begitu kuat melindungi kadernya yang menghalalkan cara suap untuk mengejar jabatan politik. Dan lebih ironi lagi ketika Partai terlibat memfasilitasi,” tandansya.
MONITOR, Malang — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan penyelenggaraan haji nonkuota…
MONITOR, Jakarta — Mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, menyatakan…
MONITOR, Bandung — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan pentingnya kemampuan adaptif, visioner, analitis,…
MONITOR, Bogor — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyintas penyalahgunaan…
MONITOR, Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan peringatan keras kepada importir pakan…
MONITOR, Pidie Jaya - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung…