Ketua DPP Demokart bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Hutahaean (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Kasus OTT Wahyu Setiawan telah mencoreng nama baik penyelenggara Pemilu. Sebagian menuding, KPU ada kongkalikong dengan partai politik pemenang Pemilu demi memuluskan Pergantian Antar Waktu (PAW) kadernya yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Melihat kasus Wahyu ini, banyak yang kecewa dan tidak percaya akan integritas yang dibangun oleh KPU RI sebagai penyelenggara Pemilu. Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean pun mengaku dirinya tak punya lagi harapan kepada KPU, usai Wahyu dicokok KPK.
“Apa yang bisa kita harapkan dari OTT KPK RI terhadap WS? Tak ada harapan lebih,” ujarnya, Selasa (14/1).
Ditambah lagi, pihak penyuap Wahyu Setiawan tak lain adalah kader PDI Perjuangan. Ferdinand mengaku pesimis menyaksikan perilaku politisi yang menghalalkan segala cara demi mengejar ambisi karir politiknya.
“Saya pesimis melihat kekuasaan begitu kuat melindungi kadernya yang menghalalkan cara suap untuk mengejar jabatan politik. Dan lebih ironi lagi ketika Partai terlibat memfasilitasi,” tandansya.
MONITOR, Jakarta — Tiga kementerian mencakup Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Usaha…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti rencana Indonesia menerima hibah…
MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran lima persen dinilai belum mencerminkan…
MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran lima persen dalam beberapa…
MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hingga 4 Mei 2026, sebanyak sembilan dari…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan…