MONITOR, Jakarta – Hujan ekstrim masih menggantui warga Jakarta. Bahkan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ke depan Jakarta akan dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Puncak musim hujan pun baru akan dimulai di Februari 2020.
Melihat data perkiraan BMKG ini, kalangan wakil rakyat Jakarta pun mengingatkan Dinas Sumber Daya Alam (SDA) DKI, jangan tinggal diam, harus cepat mengantisipasi denganm mengevaluasi dan memprioritaskan pemeriksaan berkala terhadap pompa stasioner atau mobile yang terkendala.
“Jangan sampai terulang lagi datangnya banjir tidak diantisipasi. Dinas SDA, sudah saatnya (pompa air) dievaluasi dan harus dirawat. Masyarakat juga tidak akan terkena dampak yang begitu besar dari curah hujan yang tinggi, ataupun aliran-aliran air yang datang dari hulu ke Jakarta,” ujar Anggota DPRD DKI Yusuf, kepada MONITOR, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (10/1).
Dikatakan Yusuf, banjir yang melanda di beberapa titik di Jakarta diantaranya penyebabnya ternyata tidak berjalannya pompa air.
“Seperti banjir yang menimpa sebagian wilayah Jakarta Barat, setelah kami turun kesana ternyata pompa mobile banyak yang tidak jalan dan rusak. Nah hal seperti ini tidak boleh terulang lagi saat Jakarta hujan dengan intensitas tinggi,” tegas Yusuf.
Diketahui, ada sebanyak 76 unit pompa air yang rusak lantaran terendam banjir yang melanda DKI Jakarta pada awal tahun 2020. Sedangkan, 76 pompa yang rusak itu tersebar di 40 rumah pompa di berbagai lokasi kawasan Ibu Kota dari total 176 unit.
MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran lima persen dinilai belum mencerminkan…
MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran lima persen dalam beberapa…
MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hingga 4 Mei 2026, sebanyak sembilan dari…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak dari tindak…
MONITOR, Bekasi—Ahli waris korban kecelakaan kereta api menerima santunan jaminan sosial sebesar Rp435.624.820 setelah korban…