HANKAM

Laut Natuna jadi ‘Lahan Basah’ Tiongkok, Jokowi Tegaskan Tak Ada Tawar Menawar

MONITOR, Natuna – Perairan Natuna belakangan kembali menjadi lahan ‘basah’ antara Indonesia dengan Tiongkok. Sebelumnya diketahui, sejumlah kapal nelayan Tiongkok dengan bebas memasuki perairan ZEE Indonesia itu sejak 10 Desember 2019 lalu.

Tak hanya memasuki kawasan ini, mereka juga menangkap ikan serta mengklaim memiliki hak atas perairan tersebut. Tiongkok sangat paham bahwa perairan ini memiliki banyak potensi laut.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dirangkum MONITOR, perairan Natuna memiliki potensi ikan pelagis mencapai 327.976 ton, ikan demersal 159.700 ton, cumi-cumi 23.499 ton, rajungan 9.711 ton, kepiting 2.318 ton, dan lobster 1.421 ton per tahun. Tak heran, perairan ini menjadi ‘lahan basah’ bagi negeri tirai bambu itu.

Menghadapi situasi ini, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada kompromi atas kedaulatan Indonesia di wilayah perairan Natuna. Bahkan, tadi pagi, Rabu (8/1), Jokowi bertandang langsung ke Kabupaten Natuna untuk melihat kondisi disana.

Mengenakan kemeja putih, Jokowi tiba di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Kabupaten Natuna pada pukul 09.10 WIB. Ia pun melakukan kunjungan ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa.

Selain memantau pembangunan perikanan, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, kunjungan Jokowi di Natuna untuk memeriksa kesiapan pasukan TNI.

“Pagi ini Presiden Jokowi ke Natuna memeriksa kesiapan pasukan TNI mempertahankan kedaulatan Indonesia dan kunker pembangunan perikanan,” ujar Fadjroel Rachman mengutip pesan Presiden.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi menegaskan tidak ada tawar menawar dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia khususnya di sektor maritim.

“Tidak ada tawar-menawar terhadap kedaulatan nasional Indonesia,” demikian pernyataan Jokowi, yang dikutip Fadjroel.

Recent Posts

DPR Minta Pemda Sumbar Segera Pendataan Dampak Bencana, Presiden Sudah Beri Sinyal Bantuan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menanggapi dinamika penetapan…

6 jam yang lalu

Puan Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Doa Bersama Bagi Korban Bencana Banjir dan Longsor

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan kepedulian mendalam terhadap masyarakat di sejumlah…

8 jam yang lalu

Kunjungi Kampoeng Djadhoel Semarang, Puan Dukung UMKM Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi Kampoeng Djadhoel yang merupakan salah satu…

8 jam yang lalu

Kader Gelora Diminta Bantu Korban Banjir dan Longsor, Blue Helmet Diterjunkan

MONITOR, Jakarta - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam…

10 jam yang lalu

Lindungi Hayati, Prof. Rokhmin dorong Sinergi Nasional wujudkan Karantina Berstandar Negara Maju

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Rokhmin Dahuri menegaskan perlunya sinergi…

11 jam yang lalu

Dua Personel TNI Gugur Saat Menolong Warga yang Terdampak Longsor dan Banjir

MONITOR, Jakarta - Dua dari tiga personel TNI AD Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) yang…

11 jam yang lalu