KEAGAMAAN

Beri Pesan Peserta PIN-MB, Kapusdiklat Kemenag: Jadilah Dosen Profesional

MONITOR, Jakarta – Kemenag RI menggelar Pendidikan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN-MB) yang dikuti oleh 60 (enam puluh) dosen dan 100 mahasiswa PTKI se-Indonesia. Salah satu sesi diisi oleh Mahsusi, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenag RI.

Dalam pemaparannya, Mahsusi menjelaskan makna guru dan dosen, dimana peran guru sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan.

“Guru berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna berat. Guru bermakna berat. Jika dirinci, gu bermakna gelap dan ru bermakna menghancurkan. Jadi guru adalah menghancurkan kegelapan, memberikan pencerahan,” kata Mahsusi.

Dosen juga termasuk guru dalam ruang yang berbeda. Mahsusi menambahkan bahwa, tantangan ke depan semakin berat.

“Maka ketiga portofolio administratif tersebut harus terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Lebih dari itu, menurutnya dosen harus melengkapi dengan kompetensi personal. Dosen tidak harus lebih pintar ketimbang mahasiswa. “Tetapi dosen harus mampu mengubah mahasiswa menjadi lebih baik, harus mampu memintarkan mahasiswa,” kata Mahsusi.

Mahsusi menambahkan, para dosen harus memiliki tiga orientasi, yaitu menjadi doktor, menjadi guru besar, dan mendapatkan sertifikasi profesi dosen. Persiapkan portofolio administratif untuk menunjang ketiga hal tersebut.

Semua hal tersebut harus dilandasi dengan visi Kementerian Agama yakni Ikhlas Beramal. Mahsusi mengurai tiga makna ikhlas beramal. Pertama, bekerja dengan sungguh-sungguh. Maka kalau ada dosen yang mengajar seadanya, maka ia tidak ikhlas.

Kedua, bekerja karena Allah SWT sebagai wujud implementasi ibadah kepada Allah. Ketiga, tidak menuntut hal di luar aturan. “Menuntut di luar hak itu tidak ikhlas,” kata Mahsusi.

“Kalau disederhanakan, Ikhlas Beramal bisa diperas ke dalam satu kata: profesional. Kalau mau lebih disederhanakan lagi: bekerja dengan baik.” tambahnya.

Adapun prasyarat yang mendukung profesionalitas ada tiga. Pertama, orientasi mutu. “Segala hal yang tidak bermutu menjadi beban. Dosen tak bermutu jadi beban bagi mahasiswa dan pimpinan. Mahasiswa tak bermutu menjadi beban bagi dosen dan pimpinan kampus,” ungkap Mahsusi.

Pra syaraat kedua adalah disiplin, baik dalam tugas, bekerja, beribadah. Mahsusi menambahkan, disiplin berkorelasi dengan kinerja, karier, ketenangan hidup dan kebahagiaan.

Sementara itu, Ruchman Basori selaku Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan mengatakan dosen PTKI selain profesional, juga harus mempunyai komitmen kebangsaan dan keagamaan yang kuat.

“PIN-MB yang diselenggarskan Ditjen Pendidikan Islam adalah bahian penting untuk menguatkan keberagamaan yang moderat ditengah pertarungan paham yang cenderung intoleran bahkan radikal.

Recent Posts

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

4 jam yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

22 jam yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

1 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

1 hari yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Apresiasi KSP Guna Prima Dana, Dinilai Jadi Contoh Koperasi Penyalur KUR Nasional

MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…

1 hari yang lalu