PEMERINTAHAN

Dana Desa Diharapkan Dongkrak Perekonomian Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Upaya pemerintah dalam mewujudkan peningkatan ekonomi Indonesia dari desa salah satunya melalui dana desa. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan dana desa yang jumlahnya semakin meningkat tiap tahun diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Selama ini kita berpikir dana desa adalah sebuah kebijakan berani Presiden Joko Widodo karena dana desa itu prinsip utamanya adalah instrument distrisubusi keadilan,” ujarnya saat menjadi pembicara pada acara Tempo Economics Briefing 2020 dengan tema “Mencari Peluang Pertumbuhan Ekonomi Baru di Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (19/12).

Budi Arie menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 sebesar 5,17 persen. Sementara rerata pertumbuhan ekonomi di 122 Daerah Tertinggal mencapai 6,47 persen.

Lanjutnya, mayoritas wilayah peembangunan berada di perdesaan, saat ini terdapat 514 Kabupaten/Kotamadya yang terdiri dari 74.954 Desa dan 8.430 Kelurahan. Dimana, 12,06 persen Kabupaten/Kotamadya di Indonesia merupakan Daerah Tertinggal.

“Persoalan konsumsi rumah tangga perdesaan masih Rp 1.171 triliun, hanya berkontribusi 14 persen dari total konsumsi rumah tangga nasional yang mencapai Rp 8.269 triliun,” ungkapnya.

Sejak diturunkannya dana desa, sepanjang tahun 2015-2019 dana desa naik dari Rp 20,8 triliun menjadi Rp 70 triliun, dominasi dana desa belum ke sektor produktif 77% masih terkonsentrasi ke sektor jalan, jembatan dan pelabuhan, selain itu peningkatan pembangunan infrastruktur konektivitas desa sebesar 36,15%, dan penurunan biaya investasi ke desa sampai 0,75%, itu adalah beberapa peran dari dana desa dalam pembangunan infrastruktur.

“Namun, kedepannya kan dana desa ini harus digeser jadi produk perekonomian desa. Awalnya memang untuk infrastruktur. Saya waktu kunjungan kerja ke desa melihat jalan-jalan sudah mulai bagus, fasilitas umum sudah lebih baik. 5 tahun ke depan Rp400 triliun dana desa digelontorkan diharapkan ledepannya lebih banyak untuk pengembangan ekonomi perdesaan dan peningkatan kualitas SDM di desa,” terangnya.

Kedepannya Arie berharap pertumbuhan ekonomi dari desa ini bisa dikembangkan melalui, pertama, konektivitas sampai ke lokasi usaha tani, kedua, pembangunan klaster ekonomi perdesaan, ketiga, pengembangan desa wisata, keempat digitalisasi desa dan e-commerce untuk perdagangan dari desa, dan kelima peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui peningkatan kualitas SDM.

“Sehingga permasalahan sumber kemiskinan di desa bisa di atasi, dan ada pergerakan ekonomi di desa,” pungkasnya.

Recent Posts

Legalitas dan Standardisasi Perkuat Fondasi Layanan SAPA UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat ekosistem usaha yang…

47 menit yang lalu

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Kemenhaj dan Petugas Haji atas Suks Haji 2026

MONITOR, Bogor - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada…

52 menit yang lalu

Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempercepat transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di…

56 menit yang lalu

Kementerian UMKM dorong Dekranasda dan UKM Center Balikpapan gaungkan Wastra Kaltim ke Pasar Lebih Luas

MONITOR, Balikpapan – Di sela-sela kegiatan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, Tenaga Ahli Menteri…

1 jam yang lalu

Apresiasi Transformasi Haji 2026, DPR Nilai Kemenhaj Berhasil Pangkas Antrean dan Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah

MONITOR, Bogor - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan apresiasi terhadap berbagai transformasi layanan yang…

4 jam yang lalu

Muharam Melawan: Mahasiswa dan Santri Suarakan Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah

MONITOR, Tangerang Selatan - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama…

4 jam yang lalu