Kemendes PDTT

Mendes PDTT Buka Peluang Kerjasama BUMDes dengan China

MONITOR, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar membuka peluang kerja sama China dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sektor perdagangan.

Hal tersebut dikatakan saat menerima kunjungan dari Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Jakarta, Rabu (18/12).

“Kita mengharapkan nanti ada kerjasama Cina dan Indonesia langsung ke daerah perdesaan. Bisa dalam bentuk perdagangan hasil produksi BUMDes. Karena nanti (BUMDes) akan dibuat holding sampai ke super holding, sehingga produk bisa langsung dari sumber aslinya dengan rantai perdagangan yang lebih pendek,” ujarnya.

BUMDes sendiri merupakan sebuah badan usaha yang dikelola dan penghasilannya digunakan untuk pembangunan desa. Tidak jarang, antar BUMDes di dalam sebuah kawasan perdesaan bekerjasama untuk mengelola usaha bersama dengan skala lebih besar, yang disebut dengan BUMDes Bersama.

“Target BUMDes Bersama adalah supaya coverage area. Misalnya pertanian bisa dikelola dari hulu sampai hilir per kawasan,” terangnya.

Halim mengatakan, kerjasama Indonesia dengan China terkait perdesaan telah berjalan dengan baik. Salah satu kerjasama yang telah dijalankan adalah terkait studi banding kepala desa, pendamping desa, dan BUMDes ke China terkait pengembangan perdesaan. Menurutnya, para pegiat desa yang studi banding tersebut perlahan mulai menerapkan pengalaman dan pengetahuannya di desanya masing-masing.

“Kita harap apa yang sudah berjalan untuk bisa diteruskan di masa yang akan datang, termasuk rencana pemberangkatan delegasi (studi banding) selanjutnya yang rencananya akan berangkat Bulan Februari (2019),” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian mengakui, kerjasama Indonesia dengan China di bidang perdesaan dan pertanian telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Ia berharap, kerja sama tersebut dapat terus terjalin dan berkembang menjadi lebih baik.

“Jika memungkinkan kami ingin mengunjungi satu atau dua desa yang telah mengikuti studi banding (ke China) untuk melihat bagaimana (potensi) kerjasama di desa tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Xiao Qian juga mengatakan ingin belajar terkait pembangunan desa-desa di Indonesia. Ia meyakini, tukar pengalaman terkait pembangunan desa tersebut dapat membantu desa-desa di China menjadi lebih baik.

“Tiongkok juga ingin belajar dari Indonesia untuk pembangunan desa di Tiongkok lebih baik,” ujarnya.

Recent Posts

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…

8 jam yang lalu

Dalam Sepekan, Arahan Mentan Amran Jadi Langkah Konkret Lindungi Peternak Ayam Ras Petelur

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman…

9 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

3 hari yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

3 hari yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

4 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

5 hari yang lalu