PERTANIAN

Ditjen Hortikultura Gelar Konsolidasi Internal Pelaksanaan Tusi dan Reformasi Birokrasi

MONITOR, Bogor – Kekuatan sebuah instansi berasal dari kerja sama tim. Menyadari hal tersebut, Ditjen Hortikultura melaksanakan Konsolidasi Internal Pelaksaan Tusi Dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Ditjen Hortikultura selama tiga hari terhitung mulai Kamis (12/12).

Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Tentunya terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur

Guna memupuk motivasi awal tahun, acara diisi dengan diskusi reformasi birokrasi, motivasi kinerja dari ESQ Leadership Center, hingga aneka perlombaan.

“Saya menyambut baik acara ini. Konsolidasi ini diperlukan guna meningkatkan produksi hortikultura. Saya harapkan tiap komponen dapat saling menguatkan untuk menghadapi tahun 2020. Saya butuh dukungan semua pihak,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat memberikan sambutan.

Dirinya menyampaikan bahwa dalam target lima tahun ke depan, jajarannya akan mengupayakan peningkatan ekspor hingga tiga kali lipat.

“Tahun depan pemerintah akan memudahkan prosedur pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khususnya petani hortikultura. Dengan adanya bantuan dari KUR ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas berdaya saing dengan target ekpor. Bahkan Menteri Pertanian meminta suku bunga serendah mungkin,” jelas dirjen yang biasanya disapa Anton ini.

Anton menyadari, besarnya tuntunan kinerja tahun depan membutuhkan kerja sama semua elemen Ditjen Hortikultura, mulai dari para pejabat, staf, cleaning service dan satuan pengaman. Dirinya mengharapkan seluruh jajaran bersatu padu menuju satu tujuan bersama.

“Dengan persatuan layaknya sapu lidi, akan membentuk kekuatan bersama. Konsep ini menjadi kekuatan kita bersama. Kita ini satu kesatuan layaknya komponen mobil. Dia akan berjalan sempurna apabila semua berfungsi dengan baik,” imbuhnya.

Kepala Bagian Umum, Sri Haryati menyebutkan bahwa dengan adanya Reformasi Birokrasi, wajah Ditjen Hortikultura makin membaik. Terlihat dari tingkat disiplin pegawai dan kinerja Ditjen Hortikultura. Hasilnya banyak diperoleh, mulai dari peningkatan produktivitas hingga ekspor produk hortikultura ke berbagai negara.

“Terdapat delapan area perubahan yang mendasari. Termasuk penataan dan penguatan organisasi, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan publik, manajemen perubahan, penataan perundang-undangan itu semua kami jalankan,” ujar Sri.

Recent Posts

Kemenag Tajamkan Distingsi Pendidikan Islam dan Pesantren, Siapkan  Visi Futuristik, Ideal dan Fungsional

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi memulai proses reformulasi visi dan misi…

10 menit yang lalu

DPR Semprot BP BUMN Karena Nasib 1.225 Eks Karyawan Merpati Masih Terkatung-katung

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris geram kepada pihak BP…

10 jam yang lalu

Hadapi Lonjakan Harga Plastik, Puan Dorong Penggunaan Kemasan Alternatif dari Bahan Organik

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai lonjakan harga plastik dapat menjadi momentum…

11 jam yang lalu

Waka Komisi X DPR Dorong Sanksi dengan UU TPKS di Kasus FH UI: Jangan Normalisasi Kekerasan Seksual!

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti mendesak pihak Universitas…

11 jam yang lalu

Marak Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Legislator Desak Evaluasi Total Tradisi dan Edukasi UU TPKS

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual di…

11 jam yang lalu

Fitur CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Selama Periode Mudik-Balik Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat tingginya antusiasme pengguna yang mengoptimalisasi fitur…

12 jam yang lalu