KEAGAMAAN

Fahri Berharap Kemenag Tak Revisi Konten Jihad hingga Khilafah

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama kembali menjadi sorotan publik atas kenbijakan barunya. Dimana, kementerian yang dipimpin oleh Fachrul Razi ini melakukan revisi terhadap konten-konten ajaran terkait khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam di madrasah.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019 yang ditandatangani Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar. Disebutkan juga, Kemenag melakukan revisi terhadap kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI-KD) untuk pengarusutamaan moderasi beragama serta pencegahan paham radikalisme di satuan pendidikan madrasah.

Mengenai hal ini, Pendiri Partai Gelora Fahri Hamzah menilai pemerintah harus hati-hati karena berpotensi dituduh pembuat onar serta kekacauan apabila benar-benar menghilangkan sejarah ‘khilafah’ dan ‘jihad’ dalam kurikulum nasional.

“Kalau betul negara ingin menghilangkan sejarah khilafah dan jihad dalam kurikulum nasional maka sebentar lagi kita akan bertengkar oleh penggunaan keluasaan lewat belakang terhadap kurikulum nasional. Pemerintah ini bisa dituduh pembuat onar dan kekacauan,” ujar Fahri Hamzah mengomentari ihwal kabar tersebut, Senin (9/12).

Mantan Wakil Ketua DPR RI berharap kebijakan tersebut tidaklah benar. Ia pun meminta pemerintah segera melakukan klarifikasi atas kisruh masalah tersebut. Ia berharap, pemerintah hadir lebih memberikan narasi persaatuan dan rekonsiliasi antar anak bangsa.

“Semoga itu tidak benar dan Kemenag RI segera membuat klarifikasi,” kata Fahri tegas.

“Kementrian agama sebaiknya mengembangkan narasi persatuan dan rekonsiliasi. Agama adalah pembawa pesan perdamaian dan cinta ilahi kepada manusia. Itulah yang harus tercermin dalam negara,” tambahnya.

Recent Posts

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

3 jam yang lalu

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

2 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

3 hari yang lalu

Mahasiswa UID, Sutan Akhyar Rajabi Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026 Bidang Pendidikan

MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Ma’had Aly Perlu Diperlakukan Setara dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…

3 hari yang lalu