PERTANIAN

Kepala BKP Ajak Generasi Muda Tekuni Sektor Pertanian

MONITOR, Yogyakarta – Dalam Undang-Undang Pangan No. 18 tahun 2012 tentang Pangan disebutkan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar dan menjadi hak asasi manusia.

“Karena itu, dari 267 juta penduduk di Indonesia tidak boleh satu pun mengalami kelaparan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi saat memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 200 mahasiswa-mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian, Yogyakarta, Sabtu (7/12/2019).

Dalam materi kuliah berjudul “Peran Generasi Muda Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Era 4.0 di Polbangtan”, Agung juga memaparkan berbagai tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan, banyak tantangan yang dihadapi, seperti berkurangnya lahan pertanian, skala usahatani pertanian relatif kecil, musim yang tidak menentu dan semakin berkurangnya jumlah petani.

“Untuk itu, saya berharap besar agar adik-adik semua berperan dalam pembangunan pertanian ke depan untuk ikut mengatasi permasalahan tersebut,” harap Agung.

Dijelaskan Agung, 15 tahun ke depan Indonesia memasuki bonus demografi yang ditandai dengan banyaknya tenaga kerja muda. Untuk itu, periode ini merupakan “masa emas” bagi Indonesia jika mampu memanfaatkannya, termasuk generasi milenial untuk menekuni sektor pertanian.

“Kunci menjadi petani milenial antara lain berani memulai dengan ide-ide kreatif, dan kalau gagal tidak menjadi soal, karena merupakan keberhasilan yang tertunda,” ujar Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Andriko Noto Susanto.

Kiat berikutnya adalah mampu melihat peluang dan berani melakukannya, serta melibatkan masyarakat sekitar.

“Para mahasiswa adalah motivator dan pengerak masyarakat. Karena itu ajaklah masyarakat sekitar dan gunakan teknologi untuk meraih kemajuan dan keberhasilan,” tambah Agung.

Dikatakan Agung, upaya yang dilakukan BKP untuk mengembalikan minat generasi muda ke sektor pertanian adalah melalui Pertanian Masuk Sekolah.

“Tahun ini Pertanian Masuk Sekolah kami kembangkan di 68 sekolah di seluruh Indonesia. Tahun 2020 akan ditambah 340 sekolah,” kata Agung.

Pada bagian akhir agung berpesan agar generasi muda rajin-rajin mendengar dan membaca.

“Peluang untuk berkembang bagi generasi muda sangat terbuka. Karena itu rajin-rajinlah kalian mendengar dan membaca,” pungkas Agung.

Recent Posts

Guru Besar IPB: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi SDM

MONITOR, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan…

11 jam yang lalu

Mengenal Burhanuddin Abdullah, Arsitektur Perbankan Indonesia

"API merupakan kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan…

12 jam yang lalu

Menhaj: IKLHI 2026 Buktikan Peningkatan Layanan Haji

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menyebut capaian Indeks Kepuasan Layanan…

14 jam yang lalu

Padang Dilanda Banjir Besar, Legislator Tekankan Urgensi Sistem Perlindungan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat I, Alex Indra Lukman menyoroti bencana…

16 jam yang lalu

Menaker: Penguatan Kompetensi Lulusan Perguruan Tinggi Penting untuk Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi bagian penting…

17 jam yang lalu

BPS Catat Tingkat Kepuasan Jemaah Haji 2026 Naik Jadi 91,45 Persen

MONITOR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) Tahun…

19 jam yang lalu