Jafar Shodiq Ditangkap Polisi, Rabithah Alawiyah: Dia Bukan Habib

Jafar Shodiq ditangkap aparat kepolisian karena menghina Wakil Presiden Ma'ruf Amin (dok: Twitter)

MONITOR, Jakarta – Habib Jafar Shodiq, pria yang menyebut Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan sebutan ‘babi’ kini telah ditangkap. Ia ditangkap oleh penyidik Mabes Polri di kediamannya di Cimanggis Depok pada Rabu (4/12) dini hari.

Ketua RT setempat, Witutu, yang menyaksikan langsung penangkapan Jafar membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, penangkapan terjadi pada Kamis (5/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Ia sendiri mengantarkan polisi ke rumah Jafar Shodiq yang berada di depan Witutu.

“Jam setengah 12 (malam) itu dari kepolisian Mabes Polri itu permisi ke rumah, menanyakan ada nggak warga saya yang bernama Jafar Shodiq,” ujar Witutu kepada wartawan, Kamis (5/12).

Sementara itu, perilaku Jafar Shodiq pun mendapat sorotan dari organisasi Rabithah Alawiyah. Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Smith, menilai tindakan Jafar Shodiq sudah melecehkan ajaran luhur Rasulullah.

Menurutnya, seorang pendakwah tidak boleh melakukan ujaran kebencian. “Seorang dai tidak dibolehkan mencaci atau melakukan ujaran kebencian. Hal ini jauh dari tuntunan Rasulullah,” kata Habib Zen lewat keterangannya, Kamis (5/12).

Bahkan, ia menyayangkan adanya penyematan gelar ‘Habib’ kepada Jafar. Sebab dikatakan dia, Habib adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang yang punya kapasitas keilmuan dan akhlak yang tinggi.

“Dia kurang akhlak dan dalam ceramahnya tidak berdasarkan keilmuan. Ini bukan habib tapi sayyid (orang Arab keturunan Nabi Muhammad atau tuan) yang perlu pendidikan akhlak,” terangnya.