MEGAPOLITAN

Ganggu Seniman, DPRD DKI Bakal Coret Anggaran Pembangunan Hotel di TIM

MONITOR, Jakarta – Kalangan wakil rakyat Jakarta mengancam akan mencoret anggaran pembangunan Hotel di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM). Pencoretan anggaran tersebut dilakukan apabila rencana pembangunan hotel tersebut menggangu aktifitas seniman disana.

“Hari ini, kami di Komisi B DPRD DKI melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesana (TIM),” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Pandapotan Sinaga.

Pandapotan mengatakan, sidak yang dilakukan untuk melihat dari dekat pembangunan hotel berbintang di pusat kesenian dan kebudayaan di Ibu kota.

“Jadi kami mau tahu sejauh mana revitalisasi ini. Apakah memang mempengaruhi tentang kegiatan para seniman seperti pemberitaan-pemberitaan kemarin,”ujarnya.

Dirinya mengatakan proyek strategis daerah itu telah terprogramkan pembangunannya sejak tahun lalu. Sedangkan, tahun ini sedang diajukan kembali penyertaan modal daerahnya sebesar Rp 600 miliar untuk pembangunan lanjutan tahun depan.

Sedangkan, tahun ini anggaran untuk memulai proses revitalisasi kawasan tersebut juga telah dikucurkan sebesar Rp 200 miliar. Karena munculnya polemik pembangunan hotel dalam revitalisasi TIM ke publik, akhirnya legislator ingin melihat proses pembangunan yang telah berjalan.

“Kalau itu (pembangunan hotel) memang mempengaruhi kegiatan-kegiatan seniman ya itu yang mau kami stop apa tunda pemberian (PMD) ini,” ujarnya.

“Kami mau melihat secara langsung fakta lapangannya tentang kegiatan ini dan memastikan bahwa kegiatan seniman-seniman tidak terganggu dengan adanya revitalisasi ini,” terangnya.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik. Menurut Taufik pihaknya ada dibelakang para seniman untuk menolak pembangunan hotel bintang lima di dalam kawasan TIM.

“Dari dulu TIM itu memang dikhususkan untuk berkumpulnya para seniman. Kok ini tiba-tiba mau dibangun hotel bintang lima. Ini sudah gak bener,”tegas Taufik.

Taufik pun mengatakan akan mendorong di dewan untuk mencoret anggaran pembangunan hotel tersebut dalam rapat badan anggaran (banggar).

“Saat ini anggaran yang ada adalah untuk merevitalisasi kawasan TIM bukan untuk membangun hotel,”jelasnya.

Diketahui, sejumlah pegiat seni menolak rencana pembangunan hotel di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Imam Ma’aruf salah satunya. Menurut dia, tidak ada kegentingan untuk membangun hotel pusat kesenian dan kebudayaan itu.

Pembangunan hotel merupakan bisnis komersial. Berbeda jika pemerintah daerah ingin membangun wisma untuk singgah para seniman.

Imam khawatir pembangunan hotel di kawasan TIM bakal menjauhkan seniman dari lingkungannya.(

Recent Posts

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah

MONITOR, Jakarta - Menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Kementerian Haji…

7 jam yang lalu

Multatuli Justice Law Firm Lebak Dorong Kesadaran Hukum dan Akses Pendampingan bagi Masyarakat

MONITOR, Lebak — Multatuli Justice Law Firm hadir di Kabupaten Lebak, Banten, untuk memberikan pelayanan…

7 jam yang lalu

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

15 jam yang lalu

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

2 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

4 hari yang lalu