MEGAPOLITAN

Usai Dibobol Orang, Bank DKI Jamin Dana Nasabah Aman

MONITOR, Jakarta – Kasus dugaan pencurian uang puluhan miliar yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat, membuat pihak Bank DKI akhirnya angkat bicara.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, menjelaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia menegaskan, kasus dugaan pembobolan uang yang terjadi tak ada hubungannya dengan dana nasabah Bank DKI.

“Karena tidak terkait dengan dana nasabah yang berada di Bank DKI. Layanan dan kegiatan operasional perbankan tetap berjalan dengan normal,” ujar Herry dalam keterangan rilisnya yang diterima MONITOR, Selasa (19/11)

Herry mengklaim Bank DKI sangat menjamin keamanan dana nasabah. Tak hanya itu, ia juga mengatakan sejak awal permasalahan ini mencuat, pihaknya telah melaporkan kepada pihak penegak hukum.

“Selain itu, kejadian ini dilakukan pada ATM Bank lain. Atas permasalahan ini, sejak awal kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” imbuhnya.

Ia pun mengimbau agar para nasabah tidak perlu khawatir untuk tetap menggunakan layanan Bank DKI seperti biasa. Sebab, dana mereka yang berada di Bank DKI dijamin aman.

“Jadi memang tak ada yang salah dengan sistem, karena ini transaksi dari ATM Bank lain. Dana nasabah tidak ada yang dirugikan,” terangnya.

Oknum Satpol PP Diperiksa

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat membenarkan bila oknum anggota Satpol PP wilayah Jakarta Barat berinisial M, diduga melakukan pembobolan dana bank via ATM bank swasta. Menurut Tamo, oknum Satpol PP yang berinisial M sudah mengakui perbuatannya. Kepolisian sudah melakukan pemanggilan terhadap M untuk diperiksa.

“M Satpol PP yang statusnya Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bekerja di Kantor Wali Kota Jakarta Barat,” ucap Tamo saat dihubungi wartawan Senin (18/11).

Namun, diakui Tamo, hingga kini M belum kooperatif dalam proses hukum tersebut. “Harusnya yang bersangkutan kooperatif,” tegasnya.

Diceritakan Tamo, modus yang dilakukan M adalah mengambil uang tabungan di Bank DKI lewat mesin ATM salah satu bank swasta. Usai menarik uang, M mengecek saldo di buku tabungan Bank DKI miliknya. Rupanya, saldo tidak berkurang.

M kemudian melakukan berulang kali pengambilan uang. Namun, Tamo tidak mengetahui jumlah uang yang berhasil diambil M, sejak kapan beraksi, hingga ATM mana saja yang berhasil dibobol oleh M. Tamo mengaku masih berusaha menghubungi M. Info terakhir, M saat ini sedang melaksanakan ibadah umroh.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik mendesak agar sistem perbankan di Bank DKI dievaluasi secara menyeluruh.

“Saya sudah dengar kabar kalau Bank DKI dibobol. Ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Harus ada evaluasi menyeluruh terutama ditingkat manajemen Bank DKI,” ungkap Taufik kepada MONITOR di Gedung DPRD DKI, Senin (18/11).

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Jakartab ini, evaluasi itu wajib dilakukan agar bisa meyakinkan nasabah bahwa bank DKI jauh dari persepsi rawan dibobol.

Recent Posts

Menaker: SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

MONITOR, Pelalawan — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci…

4 jam yang lalu

TNI Bangun Sumur Bor untuk Warga Bokimaake melalui Program TMMD

MONITOR, Halmahera Timur - Harapan warga Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, untuk…

5 jam yang lalu

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka hingga 28 Juli 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II…

5 jam yang lalu

Kemenperin Tegaskan Pentingnya Kepatuhan Industri Dalam Pelaporan SIINas

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan perusahaan industri dalam…

5 jam yang lalu

Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila Gelar Pelatihan Digital Marketing, Perkuat Daya Saing UMKM Desa Tonjong

MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…

24 jam yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…

1 hari yang lalu