DPR Minta Pemerintah Waspadai Ancaman Gelombang El Nino

141
Ilustrasi dampak gelombang El Nino (dok: Okezone)

MONITOR, Jakarta – Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin diminta untuk mewaspadai gelombang El Nino yang diprediksi akan terjadi pada April hingga Oktober mendatang. Pesan itu disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto kepada awak media, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (18/11).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan, gelombang El-Nino yang akan terjadi dapat berakibat kebakaran hutan. Gelombang tersebut bisa meningkatkan titik panas (hotspot).

“Adanya gelombang El-Nino harus bisa diantisipasi oleh pemerintah karena bisa berdampak buruk seperti meningkatnya kebakaran hutan,” kata Bambang.

Bambang mengaku, upaya pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah luar biasa dan melibatkan semua pihak. Baik pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat maupun swasta. Apalagi, sambung dia, sekarang sudah ada Badan Restorasi Gambut (BRG) yang secara khusus menangani lahan gambut.

“Pemerintah jangan pernah merasa cukup dengan apa yang telah dilakukan dalam menghadapi iklim tahun depan, perlu langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah lagi,” sebut dia.

Akan tetapi, perhatian lebih pada areal gambut di saat musim kemarau, imbuh dia, strategi pemerintah masih belum efektif dalam melakukan antisipasi Karhutla.

Berbeda dengan lahan mineral yang bisa ditangani dengan water bombing.

“Saat ini, kegiatan berupa pembuatan kanal tidak efektif karena akan mempercepat proses pengeringan lahan gambut. Begitu juga sekat kanal, tidak efektif pada gambut dalam,” ungkap Bambang.

Menurutnya, salah satu cara yang efektif adalah dengan membangun pipanisasi guna mengalirkan air ke areal gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau. Hal ini menurutnya bisa dilakukan oleh BRG sebagai antisipasi jangka panjang.

“Agar lebih efektif perlu pipanisasi dengan sistem tandon air, karena di sekitar gambut pasti ada sungai-sungai besar yang kemudian bisa ditempatkan pompa air besar untuk disalurkan ke lahan gambut. Ini lebih mudah, serta efektif,” pungkasnya.