Meski Bukan Rencana Baru, Ibas Apresiasi Proyek Kerta Cepat Jakarta-Bandung

156
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (dok: Republika)

MONITOR, Jakarta – Ketua Fraksi DPR RI Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas memberikan apresiasi kepada pemerintah yang dalam upaya meneruskan niat baik pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikan Ibas dalam sebuah kesempatan kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VI Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), di Bandung, Jumat (15/11).  

“Kami, memberikan apresiasi kepada seluruh stake holder yang mengembangkan proyek besar dan bisa membanggakan bangsa kita karena program ini tidak lahir dalam 1 hari tapi melalui proses yang panjang,” kata Ibas.

Menurut dia, mimpi Indonesia untuk memiliki kereta cepat agar segera terwujud dengan selesainya pengerjaan proyek tersebut. Sehingga, dapat segera dinikmati oleh masyarakat Indonesia, menyusul negara-negara maju lainnya.

Bahkan, dalam kesempatannya, proyek KCJB sejatinya bukan rencana baru, mega proyek ini telah ada sejak tahun 2008 di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan bergulir hingga saat ini.

Sebelumnya, salah satu proyek fenomenal yang diresmikan di masa kepemimpinan Presiden SBY adalah kereta api jalur ganda (double track) Jakarta-Surabaya. Proyek ini resmi dioperasikan pada Juli 2014 dan sukses meningkatkan geliat ekonomi masyarakat.

Ibas juga menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada roadmap pembangunan infrastruktur yang tertuang dalam Perpres RI Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Dan saya pikir kita sudah punya roadmap sejak MP3EI tidak hanya double track. Pak Jokowi sudah gariskan ini dalam proyek nasional.”

“Kami komisi VI ingin pastikan proyek ini berhasil 2021 dan segala aturan main dan segala aspek seperti keamanan, lingkungan, kualitas dan sebagainya dapat benar-benar terjaga dalam proyek besar ini,” pungkas anggota komisi VI DPR RI tersebut.