Pasca Insiden Bom di Medan, Menhub Bakal Panggil Operator Ojek Online

24
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (Foto: Humas Jasa Marga)

MONITOR, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana memanggil pemilik ojek online (ojol) Grab dan GoJek terkait peledakan bom bunuh diri yang terjadi di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

Pemanggilan ini dilakukan Menhub lantaran pelaku yang meledakan bom bunuh diri tersebut menggunakan atribut ojol.

“Kami dapat informasi yang melakukan peledakan bunuh diri menggunakan atribut online. Makanya kita akan undang aplikatornya,” kata Budi Karya kepada Budi Karya di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta, Rabu (13/11).

Terkait pemanggilan tersebut, Kemenhub bakal meninjau proses rekrutmen yang diterapkan oleh pihak aplikator dalam menjaring mitranya.

“Kita akan review proses rekrutmen dari mereka,” tegasnya.

Dia meminta hal itu dijadikan evaluasi bagi aplikator dalam menyeleksi para pengemudi. Jika benar pelaku bom bunuh diri itu adalah pengemudi ojol, maka dengan proses seleksi yang baik hal itu bisa dihindarkan.

“Tentu ini menjadi suatu evaluasi bagi kita, bagi operator. Kalau itu memang pengendara online, untuk melakukan seleksi secara baik,” tambahnya.

Dirinya juga meminta aplikator memperketat proses rekrutmen, baik secara tatap muka serta dilakukan penelitian secara acak terhadap mitra pengemudi.

“Baik melalui tatap muka maupun melalui suatu penelitian secara acak apa yang dikomunikasikan oleh yang bersangkutan. Nah dengan cara seleksi yang baik, dengan cara melakukan pengamatan yang baik pasti kita akan kurangi kejadian-kejadian ini,” pungkasnya.