Imbas Kasus Bom Medan, Fahri Minta Pemerintah Jangan Tutup-tutupi Pelaku Teror

3715
Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (dok: Instagram)

MONITOR, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aplikator ojek daring pasca insiden bom bunuh diri di markas Polrestabes Medan. Pasalnya, pelaku pengeboman saat itu mengenakan atribut ojek daring.

Budi pun mengusulkan agar kedepan penjualan dan pendistribusian atribut tersebut dibatasi. “Berikutnya komunikasi dengan aplikator, apakah mungkin penjualannya atau pendistribusiannya dibatasi pada profesi,” ujar Budi Karya kepada wartawan, Rabu (13/11).

Selain itu, Budi akan memperketat pengawasan terhadap ojek online karena selama ini hanya terfokus pada keselamatan dan keamanan berkendara.

Menanggapi hal ini, Fahri Hamzah meminta agar Menko Polhukam menyelesaikan masalah kasus terorisme secara terbuka. Ia berharap, pemerintah tidak menutup-nutupi apa yang terjadi dibalik peristiwa teror ini.

“Pak Mahfud MD, cara kita menyelesaikan masalah ini adalah dibuka, apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Fahri, Kamis (14/11).

Inisiator Partai Gelora ini menyarankan, pemerintah bisa memulai membuka kasus tersebut dari insiden penusukan Wiranto. Ia mengingatkan, agar pelaku jangan disembunyikan apalagi dibunuh.

“Kita mulai dari penusuk pak Wiranto yang bisa jadi saksi hidup. Kita wawancara di depan publik agar jadi pelajaran. Pelaku jangan disembunyikan atau dibunuh. Kita perlu buka,” tandasnya.