BERITA

Fahri Hamzah: DPR Harusnya Respon Keluhan Presiden Soal KPK

MONITOR, Jakarta – Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa seharusnya dewan melalui alat kelengkapannya merespon kekecewaan yang disampaikan Presiden Jokowi terhadap kinerja KPK selama ini.

Presiden melalui Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya pernah mengadukan laporan mengenai tindak pidana korupsi ke insitusi anti rasuah namun tidak ada ditindaklanjutnya.

“Seharusnya, DPR melalui tiga alat kelengkapannya, khususnya BAKN, Komisi XI dan Komisi III mengadakan rapat gabungan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh apa yang sebenarnya terjadi,” kata Fahri kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (13/11).

“Terutama, terhadap nasib dari temuan-temuan besar yang selama ini tidak saja seperti disinyalir oleh presiden,” tambahnya.

Ia mengingatkan, selama ini justru kerja KPK hanya berkutat pada hal-hal yang sifatnya operasi tangkap tangan (OTT) saja. Sehingga, sambung Fahri, melupakan hasil dari temuan audit kerugian negara lain yang dihasilkan oleh badan pemeriksa keuangan (BPK).

“Banyak sekali kita temuan-temuan termasuk oleh BPK ya g memang selama ini tidak menjadi fokus kerja KPK, karena KPK sibuk melakukan OTT,” sesal Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia itu.

Karena itu, imbuh Fahri, alat kelengkapan dewan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasannya dapat mempertanyakan semua temuan audit BPK dengan dugaan kerugian negara yang cukup besar kepada KPK. Misalkan, lanjut Fahri, soal temuan audit Freeport, Reklamasi, Sumber Waras, Pelindo II yang di DPR ada panitia khusus (Pansus) angketnya.

“Dan itu harusnya dipertanyakan, kenapa KPK justru sibuk menangkap yang nilainya 50-100 juta, tapi pada saat bersamaan dia meninggalkan dan melupakan temuan-temuan raksasa dalam begitu banyak kasus, termasuk kasus Century yang kita tidak tahu ujung penyelesaiannya,” tegas salah satu inisiator Ormas Garbi itu.

“Jadi presiden sudah buka suara tentang kekecewaannya, tentang cara kerja KPK. Nah sekarang seharusnya DPR menindaklanjutinya,” pungkas politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Sebelumnya diberitakan, Menko Polhukam Mahfud Md bercerita di hadapan Kelompok Masyarakat Sipil soal tanda tanya besar Presiden Jokowi soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak kunjung memproses laporannya.

Menurut Mahfud, Presiden Jokowi pernah melaporkan kasus-kasus besar secara langsung namun tak pernah ada kelanjutannya.

Recent Posts

MUI: Penundaan Pelaksanaan Wajib Halal Menunjukkan Kekurang Siapan

MONITOR, Jakarta - Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR. KH Masyhuril Khamis, SH.,…

3 jam yang lalu

Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang

MONITOR, Gowa - Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jemaah dan…

3 jam yang lalu

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

1 hari yang lalu

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

2 hari yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

2 hari yang lalu