PERTANIAN

Masyarakat Diajak Berpartisipasi Aktif Selamatkan Pangan

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam upaya menyelamatkan pangan. Hal tersebut disampaikannya pada acara Tani On Stage di Komplek GBK Senayan, Minggu (10/11/2019).

Menurut SYL, upaya menyelamatkan pangan harus dimulai dari masing-masing individu untuk kemudian menjadi gerakan bersama mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

“Langkah kita hari ini merupakan langkah besar untuk kepentingan rakyat. Mengurangi Food Loss and Waste (FLW) harus menjadi gerakan bersama,” ajaknya.

SYL juga mengajak milenial secara khusus terlibat dalam upaya pengurangan FLW ini.

Selaras dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Agung Hendriadi mengatakan upaya untuk mengurangi kehilangan dan pemborosan pangan harus menjadi agenda penting bagi semua pihak, mengingat tren kebutuhan pangan kedepan semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Agung mengajak semua pihak mewujudkan konsumsi pangan yang aman, sehat, dan berkualitas melalui sosialisasi dan kampanye pengurangan food loss and waste ini.

“Saya mengajak agar kita semua menjaga pangan dengan cara mengonsumsi pangan secara bijak. Jangan sisakan makanan yang ada di piring kita,” ujar Agung.

Kampanye FLW merupakan upaya pemerintah menyelamatkan pangan untuk menjaga ketahanan pangan dengan cara meminimalisir potensi kehilangan pangan, baik dari pasca panen (food loss) hingga di tingkat konsumsi (food waste).

Berdasarkan data Economist Intelligence Unit, sampah makanan Indonesia sebesar 300 kg/orang/tahun. Sampah makanan ini berasal dari pangan yang terbuang sebelum mencapai konsumen, dan pangan yang terbuang setelah dibeli dan dimakan oleh konsumen.

Agung menuturkan bahwa BKP beserta Direktorat Jenderal teknis di Kementan telah melakukan berbagai upaya penurunan FLW antara lain melalui pengenalan teknologi untuk panen dan pasca panen, peningkatan akses pasar, penyediaan infrastruktur serta kampanye sebagai bagian dari upaya mendidik konsumen.

”Upaya pengurangan FLW harus dimulai dari sekarang untuk menjamin penyediaan pangan yang berkualitas aman dan bergizi,” kata Agung.

Dalam acara yag banyak dikunjungi kaum milineals ini juga dimeriahkan dengan stand komunitas street food.

Ayo Selamatkan Pangan, sebagai kontribusi kita untuk dunia tanpa kelaparan.

Recent Posts

Kemenag Raih Popular Government Institutions Award 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama meraih penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Iconomics. Penghargaan…

1 jam yang lalu

Kemnaker Sesuaikan Regulasi Ketenagakerjaan Hadapi Dinamika Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menyesuaikan regulasi ketenagakerjaan agar mampu menjawab dinamika dunia…

1 jam yang lalu

Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Komnas Haji: Sejumlah Catatan Tetap Jadi Evaluasi

MONITOR, Ciputat – Komisi Nasional (Komnas) Haji dan Umrah mengapresiasi kinerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…

3 jam yang lalu

Transformasi Haji Era Presiden Prabowo Catat Rekor, Kepuasan Jemaah Tertinggi Sepanjang Sejarah

MONITOR, Jakarta – Transformasi penyelenggaraan ibadah haji pada era Presiden Prabowo Subianto mencatat tonggak bersejarah. Pada…

4 jam yang lalu

Guru Besar IPB: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi SDM

MONITOR, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan…

17 jam yang lalu

Mengenal Burhanuddin Abdullah, Arsitektur Perbankan Indonesia

"API merupakan kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan…

17 jam yang lalu