Ditolak PSI, Pemprov DKI Akan Kaji Manfaat Event Balapan Formula E

26
Sekda Provinsi DKI Jakarta, Saefullah (Foto; Asep)

MONITOR, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta melalui Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, menegaskan pihaknya akan menyampaikan kajian terkait efek penyelenggaraan Jakarta E-Prix atau Formula E 2020 ke DPRD setempat.

Kajian tersebut dilakukan usai muncul penolakan dari Fraksi PSI. PSI menyatakan, kejuaraan tersebut akan menghabiskan anggaran triliunan rupiah hanya untuk beberapa hari saja, yang tidak jelas tujuan serta asas manfaatnya ditengah defisit anggaran.

Saefullah menegaskan, hasil kajian itu akan menjelaskan efek domino dari penyelenggaraan Formula E, termasuk meningkatkan pendapatkan dunia usaha seperti hotel, pusat perbelanjaan, hingga UMKM.

“Nanti ada kajiannya akan kita sampaikan kalau dipertanyakan dewan. Mereka bayar pajak ke kita seperti itu kemungkinan efeknya,” kata Saefullah kepada, Senin (11/11).

Sebelumnya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengusulkan anggaran dana RP767 miliar pada Penyertaan Modal Daerah (PMD) APBD 2020 untuk penyelenggaraan Formula E.

Terkait usulan tersebut, Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov setempat membatalkan rencana peyelenggaraan kejuaraan Formula E 2020.

Sekadar informasi, nantinya balapan Formula E yang akan berlangsung di sekitaran Monumen Nasional (Monas) sebagai sirkuit jalan raya akan digelar pada 6 Juni 2020 mendatang.