JAWA TIMUR

Khofifah jajaki Kerjasama Sektor Maritim dan Pendidikan Vokasi dengan Australia Barat

MONITOR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan pendidikan vokasi di berbagai lembaga pendidikan di Jawa Timur. Sebagai upaya pengembangan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan kerjasama pendidikan vokasi kepada Pemerintah Australia Barat.

“Pendidikan vokasi kebutuhannya sangat besar di Jatim. Tahun depan kerjasama provinsi Jawa Timur dengan Australia Barat telah berusia 30 tahun. Apa yang bisa kita perbarui kerjasama akan kita lakukan, khususnya pendidikan, pariwisata dan perdagangan ,” ujar Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim saat menerima Menteri Australia Barat, Peter Tinley di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/11).

Saat ini, jelas Gubernur Khofifah, Jatim sedang fokus terhadap pendidikan vokasi, utamanya SMK. Melalui pendidikan vokasi tersebut, diharapkan dapat membentuk keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Sekarang sudah keluar Keputusan Presiden tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari – Malang. KEK ini khususnya di bidang digital IT dan pariwisata. Kita berharap akan ada kemungkinan kerjasama tidak sekedar SMK, tetapi juga setelah mereka lulus SMK bisa mendapatkan penguatan skill khususnya melalui skema working holiday visa yang bisa kerja magang sampai 2 tahun di perusahaan di Australia sesuai bidang masing- masing terutama sektor maritim. Program kerjasama antara Jatim dengan Australia Barat terutama untuk pendidikan vokasi secara khusus digital IT juga akan kami jadikan prioritas,” kata mantan Menteri Sosial RI di era Presiden Jokowi ini.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan, bahwa saat ini sudah mulai tumbuh sekitar 300- an start up di Jatim serta perkembangan perusahaan e-commerce yang membutuhkan skill khusus. Karena, persoalan tersebut menjadi kebutuhan di era industri 4.0. Misalnya saat ini kita sangat kekurangan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang coding.

Terkait hal tersebut, Khofifah pun mengusulkan adanya kerjasama pelatihan teknis secara spesifik untuk mendapatkan ahli coding. Harapannya, ahli coding bisa mensupport perkembangan start up yang sedang tumbuh subur di Jatim.

“Kita berharap bisa mendapatkan secara spesifik technical training untuk mendapatkan ahli coding untuk mensupport start up yang tumbuh cukup pesat di Jatim,” ajaknya.

Kerjasama Bidang Maritim

Selain itu, orang nomor satu di Jatim ini juga menyambut baik peluang potensi kerjasama bidang maritim yang ditawarkan Menteri Australia Barat. Kerjasama tersebut bisa dilakukan dengan melihat potensi Indonesia dan Australia. Untuk Jatim sendiri, potensi yang sangat besar adalah Ikan Tuna.

Karena itu, Australia Barat diharapkan bisa melakukan investasi pengolahan Ikan Tuna di Jatim, serta dapat mencarikan akses pasarnya. Gubernur Khofifah juga menginginkan ada pengolahan Ikan Tuna dalam bentuk fillet, sarden serta pritein ikan yang sangat terkenal di Australia. Sehingga ada nilai tambah bagi masyarakat penghasil Ikan Tuna di beberapa area di Jatim.

“Kita punya potensi untuk Ikan Tuna. Ikan Tuna di Jatim besar sekali produksinya. Kita berharap Australia Barat akan invest untuk industri pengolahan Ikan khususnya ikan Tuna di sini. Kemudian pasarnya nanti dari Australia Barat mencarikan akses,” tuturnya sambil menjelaskan saat ini Ikan Tuna besarnya bisa sampai 2 meter. Yang terbesar ini ada di Sendang Biru Malang dan saat ini sebagian besar langsung diekspor dalam bentuk ikan.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam memproduksi ikan diharapkan ada proses pengolahan, pengemasan kemudian baru dijual. Atau yang biasa disebutnya dengan istilah “petik, olah, kemas, jual”.

“Makanya seperti Ikan Tuna di Sendang Biru Malang, kita berharap ada pengolahan di dekat penghasil Ikan Tuna, di Malang bagian selatan itu. Tidak dijual mentahan,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Australia Barat Peter Tinley mengatakan, kerjasama Australia Barat dengan Jatim akan memasuki usia ke-30 tahun pada tahun 2020. Karena itu, pihaknya ingin kolaborasi yang lebih erat lagi dengan Jatim. Ada pembahasan beberapa kerjasama yang akan ditingkatkan antara Australia Barat dengan Jatim. Antara lain pendidikan dan vokasi yang merupakan kekuatan Australia Barat, juga termasuk pariwisata.

Selain itu juga kerjasama di bidang maritim akan dikembangkan terutama untuk mendukung perkapalan Jatim, memberdayakan anak-anak muda Jatim sehingga mempunyai kapasitas seperti standar Australia.

“Salah satunya melalui penggunaan fasilitas yang ada yaitu working holiday visa. Yang mana saat ini diberikan kepada 1.000 anak muda Indonesia agar bisa bekerja di Australia Barat. Nanti coba kita bersama Ibu Gubernur akan dikelola beberapa kuota yang bisa diberikan untuk Jatim. Sehingga akan dapat mendukung industri yang ada di sini,” imbuhnya.

Recent Posts

Seleksi Beasiswa BIB S2 Double Degree Indonesia-Australia Dimulai

MONITOR, Jakarta - Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) menggandeng Pusat Studi Pengukuran…

2 jam yang lalu

Kemenag Minta Para Alumni IAIN Sultan Amai Gorontalo Studi Lanjut Dengan Beasiswa

MONITOR, Kota Gorontalo - Negara telah hadir memberikan pelbagai beasiswa untuk meningkatkan kualitas anak bangsa,…

4 jam yang lalu

Mudik 2026, Kemenag Siapkan 6.859 Masjid untuk Tempat Istirahat Gratis

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama tengah menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah…

9 jam yang lalu

Meneguhkan Integrasi Ilmu: Fondasi Epistemik Menuju PTKI Unggul

MONITOR, Jakarta - Transformasi kelembagaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri…

10 jam yang lalu

Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Pengendalian Diri dan Syukur

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa berbagai dinamika kehidupan, baik berupa ujian…

13 jam yang lalu

LPDP Investasi Negara, DPR Minta Penerima Jaga Komitmen Kembali

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral…

15 jam yang lalu