Klarifikasi Pengurus RMI NU atas Pernyataan Kekecewaan terhadap Susunan Kabinet

Presiden Joko Widodo menghadiri doa kebangsaan bersama memperingati HUT ke-74 RI (dok: Setkab)

MONITOR, Jakarta – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU Ridwan Darmawan memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Hal itu iya lakukan setelah beredar pernyataan kekecewaanya terhadap Presiden Joko Widodo terkait tidak terakomodirnya aspirasi NU di susunan Kabinet Indonesia Maju khususnya soal pos Kementerian Agama yang mengatasnamakan RMI.

“Saya Ridwan Darmawan, Pengurus RMI PBNU akan mengklarifikasi dan mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terkait pemberitaan yang beredar di media massa,” kata Ridwan melalui klarifikasi tertulis yang diterima, Rabu (23/10).

Ridwan menjelaskan, pemberitaan terkait dengan kekecewaan RMI NU terhadap Presiden Jokowi atas penetapan Menteri Agama tersebut bukan perintah lembaga RMI NU. Menurutnya, dirinya tak memiliki kapasitas untuk mengungkapkan pernyataan tersebut mewakili lembaga TMI NU.

“Saya tidak punya kapasitas untuk mengatasnamakan RMI NU, namun inisiatif saya sendiri sebagai pribadi sebagai warga NU,” tambahnya.

Atas kesalahpahaman itu, ia meminta maaf kepada seluruh pengurus dan kader NU, serta pimpinan RMI NU K.H. Abdul Gofar Rozin. Ia mengakui kesalahannya atas pemberitaan tersebut banyak pihak yang dirugikan.

Ridwan bahkan meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan Wakilnya KH. Ma’ruf Amin atas pernyataan yang sudah dilontarkannya tersebut.

“Saya meminta permohonan maaf kepada Presiden Jokowi dan bapak Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden Serta seluruh masyarakat Indonesia apabila dalam pemberitaan tersebut membuat tidak nyaman,” pungkasnya.

Berita ini merupakan hak jawab atas berita berjudul : RMI: Jokowi Kualat Jika Tidak Melihat Aspirasi NU