Periode Kedua, Jokowi Harus Selektif Gunakan Anggaran Untuk Infrastruktur

36
Gedung DPR/MPR (doc: monitor.co.id)

MONITOR, Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Sigit Sosianto mengingatkan pemerintah untuk selektif dalam belanja infrastruktur dalam upaya membangun Indonesia Maju 2045 mendatang.

Ia pun mengatakan bahwa dalam perencana tersebut, diharapkan dapat menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi dunia nantinya.

“Selama periode pertama Pak Jokowi, alokasi anggaran infrastruktur memang naik  100% dari Rp206,6 Triliun ditahun 2014 menjadi Rp415 Triliun di tahun 2019, dan kita apresiasi itu,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (22/10).

“Sayangnya, kenaikan anggaran infrastruktur itu tidak diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan, hanya 1,55%. Dan angka pertumbuhan stagnan di 5%. Ini sangat menyedihkan,” tambahnya.

Sigit berpandangan bahwa kenaikan anggaran infrastruktur yang tinggi akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan, lantaran anggaran infrastruktur sejalan dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerja. 

Namun, berdasarkan data BPS, penurunan angka kemiskinan selama periode I Jokowi hanya turun 1,55% dari sekitar 10,96 persen di bulan September 2014 menjadi 9,41% dibulan Maret 2019.

“Alokasi infrastruktur naik 100%, tapi hasilnya sangat jauh dari yang diharapkan. Bahkan bertolak belakang dari keinginan presiden yang optimis tahun 2045, seabad Indonesia merdeka Indonesia menjadi negara maju dengan penghasilan rata-rata per orang per bulan Rp27juta rupiah,” sebut dia.

Menurut Sigit, dari pengalamanan menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, pertumbuhan ekonomi 5% tidak cukup untuk menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, termasuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membebaskan rakyat dari biaya pendidikan dan memberikan jaminan kesehatan bagi rakyat.

“Jadi, ke depan, peningkatan anggaran infrastruktur harus diikuti dengan perencanaan yang matang dan selektif. Uangnya mau dialokasikan untuk infrastruktur yang seperti apa sehingga bisa benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkas dia.