Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Masuknya partai Gerindra ke dalam lingkaran koalisi pemerintah membuat Ketua Umum NasDem Surya Paloh panik. Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo mendapatkan panggilan Jokowi untuk merapat ke Istana Negara, Senin (21/10) kemarin.
Dua politisi Gerindra itu dikabarkan telah ditawari Jokowi untuk menggawangi dua pos kementerian. Prabowo bakal menjadi kandidat Menteri Pertahanan, sementara Edhy Prabowo akan membidangi Kementerian Pertanian.
Melihat manuver parpol oposisi ingin bergabung ke pemerintahan, Surya Paloh menilai kedepan demokrasi Indonesia akan hilang. Ia menyayangkan jika tidak ada oposisi untuk menjadi mitra penyeimbang kedepannya.
“Tidak baik kalau tidak ada check and balances, tak lagi oposisi, demokrasi selesai. Negara cenderung akan otoriter dan monarki,” ujar Surya Paloh belum lama ini, saat menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Kompleks Parlemen.
Bahkan jika tidak ada lagi parpol oposisi, bos Media Group itu menegaskan partai NasDem siap keluar dari lingkaran koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dan menjadi oposisi pemerintah lima tahun kedepan.
Sinyal tersebut menguat, terlebih Surya Paloh kesal lantaran NasDem menjadi satu-satunya partai koalisi yang tidak mendapatkan bocoran terkait jatah kursi menteri.
“Kalau tidak ada yang mau jadi oposisi, Nasdem saja jadi oposisi,” tegasnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerbitkan 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang…
MONITOR, Kendari – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…
MONITOR, Kolaka – Menjalani peran sebagai orang tua tunggal bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Tri…
MONITOR, Makassar — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti pernyataan Polda Jawa Barat…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan menyoroti perubahan pola transaksi dalam aktivitas…