Wiranto Diserang, PBNU: Jangan Kaitkan dengan Islam

816
Ketua PBNU Robikin Emhas (dok: sindo)

MONITOR, Jakarta – Ketua PBNU Robikin Emhas menegaskan bentuk penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto sangat tidak dibenarkan. Selain sebagai simbol keamanan negara, tindak kekerasan yang dilakukan pelaku bukan merupakan ajaran dari sebuah agama.

“Apapun motif dan alasannya, penyerangan terhadap Pak Wiranto tidak bisa dibenarkan. Toh semua tahu, Pak Wiranto selaku Menkopolhukam RI merupakan pengemban amanah di bidang keamanan negara. Segala macam tindakan kekerasan bukan merupakan ajaran,” kata Robikin Emhas, dalam keterangannya, Kamis (10/10).

Melihat kekerasan yang terjadi, Robikin menyatakan bahwa tidak ada satupun ajaran agama yang membolehkan kekerasan, termasuk Islam. Ia pun meminta agar tidak mengaitkan bentuk kekerasan dengan agama Islam.

“Jangan ada yang mengaitkan dengan agama. Jangan ada yang mengaitkan dengan Islam. Karena Islam adalah agama damai, rahmat bagi alam semesta.

Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan,” terang Robikin.

Ia mengatakan, dirinya mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif serta pola gerakan yang memicu penyerangan terhadap Wiranto di Banten.

“Untuk itu saya mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Mari kita mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Menko Polhukam Wiranto mendapatkan penyerangan usai melakukan kunjungan ke lembaga kampus Mathla’ul Anwar di Pandeglang, Banten. Ketika hendak balik ke Jakarta, Wiranto yang keluar dari mobil dinasnya tiba-tiba diserang oleh pria berbaju hitam dengan menggunakan pisau.